Tak Pernah Didukung, Olahraga Extream Sulit Berkembang

 

TANJUNG REDEB – Meski telah berada di Berau sejak 2007 lalu, namun keberadaan komunitas pecinta olahraga extreme tak pernah mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Akibatnya, olahraga yang menguji aderanalin itu sangat sulit berkembang. Hal itu, diungkapkan Komunitas Olahraga Extreme Berau.

Munazar Yahya, atlet olahraga extreme skateboard misalnya. Menurutnya, selama ini keberadaan komunitasnya memang sangat jauh dari perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, padahal jika para atlet ini mendapat dukungan, tentunya dapat mengharumkan nama Kabupaten Berau di tingkat nasional.

“Kita hanya diberi tempat bermain, tetapi setelah itu kami dibiarkan begitu saja tanpa ada pembinaan lebih lanjut. Akibatnya, ya begini sejumlah atlet skateboard banyak bermain di luar Berau, padahal ini bisa menjadi wadah untuk mencegah pemuda Berau berbuat negatif,” ungkapnya kepada berauews.com, Kamis (10/11/2016).

Hal senada dikatakan Reza, altet sepeda BMX. Dikatakannya, meski BMX secara resmi telah masuk sebagai salah satu cabang olahraga dan kerap dilombakan, namun keberadan pecinta olahraga BMX di Berau sangat memprihatinkan.

Bagaimana tidak, keberadaan pecinta olahraga extreme yang berada di bawah nauangan Asosiasi BMX Indonesia itu, hingga saat ini hampir dikatakan nyaris punah lantaran tak ada dukungan dari pemerintah daerah. Akibatnya, sejumlah atlet memilih berhenti berlatih. Bukan hanya BMX, namun juga sejumlah cabang lain seperti inline skate dan juga tari modern.

“Bukan hanya Dispora, tapi organisasi kepemudaan sekalipun tidak pernah berusaha merangkul kita untuk mengembangkan bakat sejumlah atlet BMX dan olahraga extreme lainya. Di kota lain, olahraga ini berkembang pesat, tapi sayang untuk di Berau sangat jauh dari harapan, kami ingin tapi kami tak pernah didukung,” keluhnya.

Minimya dukungan, selain berdampak pada perkembangan atlet, juga berdampak pada sejumlah event besar yang akan menyelenggarakan kompetisi olahraga extreme di Berau.

“Banyak kompetisi yang mau di gelar di Berau, tapi pasti gagal karena Dispora dan yang lainnya kurang responsif. Kalau begini terus, kapan kita yang punya bakat bisa berkembang,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)