Peserta Nyaris Tenggelam Warnai Lomba Renang Di Sungai Segah

 

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan lomba renang tradisional garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang dilaksanakan di Sungai Segah, diwarnai insiden peserta yang nyaris tenggelam. Melihat insiden tersebut, sejumlah peserta terpaksa harus dievakuasi dari jalur perlombaan oleh tim penyelamat yang terdiri dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah masyrakat.

Sarah misalnya, salah satu peserta renang kategori putri asal Tanjung Redeb ini terpaksa harus dievakuasi dari jalur perlombaan akibat mengalami kram dibagian kaki kiri, padahal saat itu perlombaan baru berjalan sekitar 5 menit. Posisi petugas penyelamatan yang berada cukup jauh dari lokasi Sarah mengalami insiden sempat membuat Sarah nyaris tenggelam.

“Tadi itu kaki tiba-tiba kram, padahal persiapan udah cukup lama dari fisik dan pemanasan, petugasnya agak lama lempar pelampung pas saya lambaikan tangan, jadi tadi sempat tenggelam sebantar. Untung pas timbul sudah ada pelampung tim penyelamat,” ungkapnya usai dievakuasi ke ambulance, Rabu (28/9/2016).

Bukan hanya Sarah, Ari peserta asal Kecamatan Gunung Tabur juga mengalaminya. Kondisi air yang dingin, membuat dirinya harus meraih finish dengan cukup sulit lantaran harus berenang dengan memanfaatkan satu kaki akibat mengalami kram di paha bagian kiri.

“Airnya dingin, kalau arusnya memang deras, tapi karena ikut arus jadi tidak terlalu berpengaruh, cuma kaki saya kram pas mau finish terpaksa harus berenang manfaatkan satu kaki saja, akhirnya saya finish walau hanya diurutan keempat,” tuturnya.

 

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Disbudpar Berau, Rohaini mengatakan, saat ini memang persiapan yang dilakukan pihaknya belum maksimal sepenuhnya, sehingga dirinya tak menampik jika masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksana lomba renang tradisional ini. Namun, pihaknya mengupayakan di tahun yang akan datang persiapan akan lebih matang dan lebih meriah.

"Walau hanya sekedarnya, tapi bisa berjalan dengan baik. Kita upayakan tahun depan lebih baik. Ini juga seharusnya lomba renang menyeberangi Sungai Segah, tapi karena cuaca yang kurang baik, jadi lombannya kita rubah di pinggir sungai saja dengan jarak 200 meter," jelasnya.

Meski sempat diundur beberapa kali, namun lomba renang tradisional yang dilaksanakan di Sungai Segah untuk kali pertama ini, setidaknya diikuti sebanyak 36 peserta dengan jarak tempuh 200 meter. Hadiah yang disiapkan cukup menggiurkan, yakni mencapai Rp30 juta yang dibagi menjadi dua kategori putra dan putri. Lomba renang ini juga turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, seperti Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo dan sejumlah pejabat lainnya.(M.S. Zuhrie)