Lomba Lari 10k Jadi Viral Di Medsos, Wabup Akan Panggil Dispora

TANJUNG REDEB – Meskipun telah usai, namun pelaksanaan lomba lari 10k  se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, masih ramai diperbincangkan masyarakat, khususnya di media sosial. Pasalnya, sampai sekarang belum ada kejelasan dari penyelenggara terkait penetapan juara dari kategori umum maupun besaran hadiah yang dinilai tak sesuai dengan yang terpampang di spanduk.

Dikutip dari facebook, beberapa akun menyampaikan rasa kekesalannya terhadap Dispora Berau selaku penyelenggara. Sebagian dari mereka menilai, Dispora telah mencoreng semangat olahraga serta tak siap dalam melaksanakan ajang tersebut.

BACA JUGA : Lomba Lari 10k Hampir Rusuh, Ini Sebabnya

Seperti yang disampaikan akun bernama Mul Yadi, yang mengaku sangat kecewa dengan panitia. Padahal dia jauh-jauh datang dari Balikpapan untuk mengikuti perlombaan ini, selain berpartisipasi dalam ajang olahraga tapi hadiah yang diberikan juga menjadi penarik baginya untuk turut memeriahkan.

“Bakalan jadi cap jelek buat Kabupaten Berau. Kalau ada perlombaan semacam ini di Berau lagi, saya berjanji tidak bakal mau ikut serta, dan bakalan saya ceritakan hal memalukan seperti ini kepada rekan-rekan atlet di Balikpapan dan Samarinda,” kesalnya.

“Kalau tidak siap ya setidaknya jangan menghilangkan kategori yang sudah mereka tulis. Omong kosong Rp85 juta, Dispora asli tidak becus isinya paling korupsi saja, kecewa berat saya,” sambung akun I’dira Ayu Retno Maringgi.

“Yang finish duluan ya pastinya yang juaralah, anggaranya dikemanakan, kok hadiah kategori umum dan veteran tidak ada, bukan enak cape-cape lari,” tulis akun Edyson.

Kecurangan yang terjadi ini pun dikatakan bisa dibawa hingga ke ranah hukum lantaran dianggap sebagai penipuan publik.

 

Menangapi persoalan tersebut, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menegaskan, dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dispora. Ia juga terkejut dengan kejadian ini, pasalnya dalam pembukaan yang dilakukan, ia melepaskan tiga kategori peserta.

“Saya kan memberikan langsung hadiah kepada juara pertama dan kedua untuk kategori pelajar. Saya kira itu hanya simbolis saja, sementara juara lainnya dibagikan setelahnya. Saya juga sudah dapat informasi ada keributan dalam menentukan pemenang, tapi belum tahu seperti apa. Akan saya coba konfirmasi lagi nanti ke Dispora,” tutupnya singkat saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Selasa (27/9/2016).(M.S. Zuhrie)