Anggaran Dipangkas, 50 Proyek Pembangunan Terancam Gagal

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Muharram mengakui jika APBD Berau saat ini mengalami pengurangan dari Pemerintah Pusat. Pengurangan itu sebagai akibat turunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Muharram, dampak dari pengurangan anggaran ini sangat besar bagi daerah, terutama bagi SKPD yang telah menyusun program kerja dan telah memasuki tahap pelelangan. Dengan adanya pemotongan anggaran ini, perencanaan kegiatan tersebut terancam gagal.

"Informasi dari pusat pada 16 Agustus lalu, dana bagi hasil yang akan didapatkan  tahun ini mendapatkan potongan cukup besar. Jadi pada sisa tahun anggaran ini kita mengalami pengurangan anggaran Rp390 miliar,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (19/8/2016).

BACA JUGA : APBD 2017 Turun Drastis, Bupati Minta Masyarakat Bisa Bersabar

Dikatakan Muharram, dirinya bersama Kepala SKPD telah melakukan rapat koordinasi untuk mencari solusi terkait masalah itu. Pasalnya, kegiatan yang terancam ini sudah masuk dalam penyusunan anggaran tahun 2016 dan telah disahkan.

“Semestinya dana bagi hasil yang kita peroleh senilai Rp1,1 triliun tetapi ini dikurangi sekitar 20 persen. Bayangkan dengan pengurangan yang besar ini berapa proyek yang habis,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Berau, Triana Krishnawaty mengakui, saat ini, dari sekitar 500 paket masih sekitar 8 persen atau 50 kegiatan lagi yang dalam proses, penetapan pemenang, bahkan ada yang belum ditayangkan karena masih dievaluasi Kelompok Kerja (Pokja) ULP. Sementara 92 persen sisanya telah selesai lelang dan telah dikerjakan. Akibat adanya pengurangan anggaran tersebut, sisa paket yang belum selesai harus ditunda dulu untuk diajukan kembali di tahun depan.

BACA JUGA : Lelang Proyek Capai 95 Persen

“Solusi kita nanti kepada Bupati seperti itu. Karena percuma saja kalau dilelang tetapi tidak ada anggaran. Rencana minggu depan akan ada rapat kembali, nanti Bupati yang akan tentukan langkah yang diambil, apakah ada solusi lainnya," pungkasnya.(msz)