Bupati : Banyak Perencanaan Proyek Amburadul

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Muharram mengakui kurang matangnya perencanaan yang dibuat sebelum proyek dikerjakan sebagai penyebab tingginya Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) hingga tertundanya proyek fisik.

Seperti contoh yang terbaru, rencana pembangunan rumah sakit baru dilahan eks Inhutani. Kemudian proyek jalan freeway atau bebas hambatan sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan Bandara Kalimarau dengan lokasi rencana pembangunan Jembatan Kelay III di Singkuang Kelurahan Gunung Panjang.

“Kenapa ada proyek dengan nominal anggaran yang sangat besar padahal perencanaannya belum matang, akhirnya terhambat,” ungkapnya.

Freeway yang dibangun pemerintah daerah saat ini terkendala masalah pembebasan lahan yang belum tuntas. Padahal sebagian kegiatan pekerjaan sudah berjalan. Hal ini menurutnya tentu menimbulkan pertanyaan, bagimana perencanaan proyek ini dibuat.

“Kalau lahannya belum dibebaskan bagaimana mau bekerja, logikanya kan begitu,” sebutnya.

Ada banyak lahan warga yang akan digunakan untuk pembangunan jalan freeway ini. Sayangnya, lantaran belum dibebaskan oleh pemerintah, kemudian warga melarang pekerjaan dilanjutkan.

Padahal dilahan yang akan dilalui pembangunan jelas ada pemiliknya, kemudian saat ini sudah ada bangunan dan tanam tumbuh. Umum terjadi dimanapun, saat ada proyek kegiatan baik milik pemerintah atau swasta, warga kemudian menerapkan harga jual tinggi.

Karena sudah ada jalan, kemudian warga berpikir sudah pasti akan dibayar. Contoh seperti ini yang menurut Muharram sangat-sangat disayangkannya. Meski tidak menyebutkan detail jumlah proyeknya, tapi disebutkan ada beberapa kegiatan proyek fisik yang bermasalah dengan kasus sama.

“Ini yang jadi pekerjaan rumah kita,” katanya lagi.

Khusus untuk freeway ini, Muharram berpikir keras agar bisa segera menyelesaikannya dengan tuntas. Termasuk dengan menghimpun beberapa opsi.

“Saya sempat berpikir, mudahan nanti bisa disetujui DPRD, karena disana bermasalah, kan ada rencana Berau Coal menambang, nanti ditanya serius mau menambang disana? Kalau ya, silahkan menambang tapi begitu pasca tambang mereka yang buat freeway nya,” usul Bupati seraya menyebutkan beberapa opsi lainnya.

Untuk itu, selama masa kepemimpinannya, Muharram akan merombak semua pola kerja yang tidak benar. Seperti harus mematangkan perencanaan setiap kegiatan terutama mengenai pembebasan lahan terlebih dahulu sebelum mengerjakan.

“Jadi jangankan bekerja, masih dalam tahap perencanaannya saja sudah salah,” pungkasnya.(ana)