Meski Tahu Ilegal, Tetap Dibiarkan

TANJUNG REDEB – Setelah Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Berau mengungkapkan jika mayoritas bangunan resort, hotel maupun penginapan di Pulau Derawan tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), semakim menjulur ke laut dan telah melanggar garis sempadan pantai. Kini, hal senada juga diungkapkan Dinas Perumahan dan Tata Ruang (DPTR) Berau.

"Saya lupa berapa jumlah pastinya tapi tak kita pungkiri, jika bangunan disana (Pulau Derawan-red) itu memang rata-rata tidak punya izin mendirikan bangunan," ungkap Kepala Bidang Pengawasan dan Pembangunan DPTR Berau, Syafrudin saat ditemui beraunews.com, Jum’at (3/6/2016).

Lalu, mengapa tetap membiarkan bangunan yang ada meski jelas menyalahi aturan yang ada ? Ditanya seperti itu, Syafrudin mengaku selama ini belum ada pihak yang melaporkan, merasa keberatan atau terganggu atas keberadaan bangunan tersebut.

"Saya tau disana banyak yang tidak kantongi IMB, banyak resort, hotel maupun penginapan mereka menjulur ke laut sampai melanggar garis sempadan pantai, tapi kami bisa apa,  toh selama ini belum ada yang keberatan atas keberadaan bangunan tersebut. Jadi ya, kita belum bertindak," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya telah beberapa kali menegur warga yang akan membangun resort, hotel maupun penginapan baru.

"Tapi kita sudah pernah sampaikan teguran secara lisan, hanya saja itu khusus bagi warga yang akan mendirikan bangunan baru. Terkait bangunan lama, kita sampai sekarang belum pernah mengeluarkan surat teguran sama sekali. Karna kita ini gelisah mas, mau kita surati, disana rata-rata teman juga, jadi negurnya lewat lisan aja," bebernya.

Syafrudin juga mengaku belum menerima Surat Edaran Bupati tentang penrtiban resort, perlindungan penyu dan destruktif fishing di Pulau Derawan dan pualu-pulau lainnya.

"Sampai sekarang kita belum menerima edaran Bupati seperti yang disampaikan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan terkait rencana penertipan bangunan di Pulau Derawan, kalau ada kenapa kita tak dapat,"  pungkasnya.(msz)