Aktivitas PT WHS di Maratua Terhenti

MARATUA – Lokasi pembangunan yang kabarnya hanya sebuah rumah tinggal milik PT Wahana Hijau Sejahtera (WHS) di Embo-Embo, Kecamatan Maratua, masih menjadi pusat perhatian. Aktivitas yang dilakukan disana sempat teridentifikasi melakukan pelanggaran oleh petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau, lantaran diduga melakukan reklamasi pantai dan belum memiliki dokumen perizinan yang lengkap.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala DKP Berau, Fuadi melalui Kabid Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Yunda Zuliarsih mengatakan, pihaknya bersama tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Namun untuk dugaan pelanggaran karena melakukan reklamasi pantai, pihaknya belum berani mengeluarkan pernyataan resmi sebelum ada keputusan dari KKP, meskipun telah banyak laporan dari petugas dan warga terkait aktivitas dimaksud.

“Dalam waktu dekat ini, KKP akan datang untuk melakukan pembahasan hasil peninjauan yang telah dilakukan di lapangan. Setelah itu, baru akan diketahui langkah apa yang akan dilakukan,” terangnya kepada beraunews.com, Minggu (31/7/2016).

Dijelaskannya, saat Tim KKP dan DKP Berau melakukan peninjauan ke lokasi PT WHS, saat itu di lokasi sekitar pantai memang terlihat aktivitas pembukaan lahan baru dengan cara menebas pohon disekitar pantai.

“Kami belum bisa menyatakan itu adalah reklamasi atau tidak, yang jelas kami masih menunggu hasil keputusan dari KKP apakah aktivitas disana berdampak pada ekosistem lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau, Zulkifli juga belum bisa memastikan apakah aktivitas yang dilakukan PT WHS tergolong merusak lingkungan atau tidak. Yang jelas, pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas PT WHS.

“Beberepa hari lalu tim kami ingin meninjau langsung ke lokasi (PT WHS-red), namun saat itu speedboat yang kami naiki tidak bisa merapat karena saat itu kondisi air sedang surut. Yang pasti, mereka belum memiliki Amdal,” tutupnya.

Pantauan beraunews.com di lapangan, Sabtu (30/7/2016) kemarin, di lokasi milik PT WHS tidak terlihat adanya aktivitas. Kendaraan alat berat dan sebagainya masih berada di lokasi, namun tidak ada satu pun orang yang berada disana. Berhentinya aktivitas di lokasi itu sesuai dengan apa yang telah diinstruksikan Bupati Berau, Muharram agar segala aktivitas pembangunan di wilayah pesisir dihentikan sebelum dokumen perizinan lengkap.(ea)