PLTMH Kelay Hanya Bernyawa 1 Tahun

TANJUNG REDEB – Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kampung Long Duhung dan kampung disekitar Kecamatan Kelay, Pemkab Berau sebelumnya memprogramkan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Makro Hidro (PLTMH). Namun, PLTMH yang menggunakan dana APBD Kabupaten tersebut hanya bertahan hidup selama 1 tahun.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, Mappasikra Mapaselleng membenarkannya. Dikatakannya, PLTMH yang saat ini tidak berfungsi tersebut dikarenakan peletakan dan debit airnya yang tidak konstan.

“Memang sempat beroperasi sekitar 1 tahunan. Saat ini tidak berfungsi karena peletakan dan debit airnya yang tak konstan,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Mappasikra menambahkan, jika dilihat goegrafis dikawasan tersebut lebih cocok menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sehingga pihaknya sudah mengusulkan untuk membuat PLTS guna pelayanan listrik di Kampung Long Duhung dan sekitarnya.

“Memang sudah direncanakan untuk disana nanti mau gunakan PLTS saja. Namun PLTMH yang ada tetap digunakan untuk memback up PLTS yang ada jika sewaktu-waktu dalam perawatan atau tidak berfungsi,” tambahnya.

Usulan untuk PLTS dikawasan tersebut sudah dimasukkan ke Provinsi hingga ke Pusat dan ditargetkan akan rampung pada tahun 2017 mendatang dan bisa menerangi hingga 24 jam.

“Itu target yang diharapkan dan semoga bisa terealisasi,” harapnya.

Sementara itu, Mikael Sengiang, warga setempat, menyampaikan hal berbeda dengan yang disampaikan Mappasikra. Melalui akun Facebook, ia mengatakan, usia pemakaian PLTMH disana hanya 1 bulan saja sejak diresmikan. Bahkan, sampai saat ini masyarakat hanya menggunakan genset pribadi untuk memenuhi kebutuhan listrik.

“Memang dikampungku itu pernah ada proyek PLTMH yang dikerjakan hampir setahun, tapi usia pemakaiannya hanya 1 bulan dan sekarang sudah tak bisa digunakan. Untuk info saja, PLTMH Long Beliu, Long Duhung dan Long Boy sudah tak bisa digunakan,” tulisnya.

Saat mendapat komentar dari netizen, terkait pernyataannya, ia mengatakan, memang kondisinya seperti itu. Dijelaskannya, jika melihat kondisi geografis dikampungnya sebenarnya tidak layak menggunakan PLTMH karena harus menggunakan debit air yang mengalir.

“Kalau menggunakan air seperti PLTMH bisanya hanya saat hujan saja, kalau musim kemarau ya kering. Sebenarnya cocok pakai PLTS karena sesuai dengan keadaan kampung yang cuacanya panas,” tutupnya seraya mengatakan silahkan beraunews.com melihat sendiri keadaan PLTMH disana, dan jangan tercengang melihat kabel dan tiang listrik yang telah terpasang, tapi percayalah itu hanya pajangan.(dws)