Siap-siap Sabtu Minggu Pemadaman Bergilir Lagi

TANJUNG REDEB – Suka tak suka, masyarakat akan merasakan lagi pemadaman bergilir yang diberlakukan di beberapa wilayah. Pasalnya, PLN akan kembali mengalami penurunan pasokan daya dari PLTU Lati, menyusul adanya perawatan pada boiler 2 yang rencananya dalam dua hari ke depan, yakni tanggal 30 dan 31 Juli 2016. Otomatis pemadaman bergilir akan kembali jadi "solusi" satu-satunya yang dilakukan PLN.

Manajer Rayon Tanjung Redeb, PLN Berau, Mufid Arianto mengatakan, sama seperti minggu-minggu sebelumnya, pemadaman dilakukan pada akhir pekan, dimana aktivitas perkantoran, seperti dinas-dinas sudah tidak aktif lagi, sehingga beban pemakaian agak berkurang. Jika sebelumnya pemeliharaan dilakukan pada boiler 1 dan 3, untuk esok hari akan dilakukan pada boiler 2.

“Besok ada pemeliharaan lagi, jadi kami buatkan jadwal pemadaman agar masyarakat bisa mengantisipasi atau memperkirakan penggunakan listrik mereka,” ujarnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, kebutuhan listrik di Kabupaten Berau mencapai 21 MW (megawatts) lebih. Jika dilakukan pemeliharaan di 1 mesin pembangkit, maka daya yang dihasilkan hanya sekitar 16 MW. Solusi akhir menurutnya memang tidak ada jalan lain selain pemadaman bergilir.

“Terpaksa dilakukan pemadaman bergilir sementara dalam 2 hari ke depan, karena daya puncak saat dilakukan pemeliharaan itu sekitar 16 MW saja, sementara kebutuhan listrik mencapai 21 MW lebih,” katanya.

Mufid menambahkan, untuk minggu-minggu selanjutnya tidak ada lagi pemadaman bergilir akibat pemeliharaan unit, sebab sudah dilakukan keseluruhan. Terkecuali jika terjadi faktor X yang tidak bisa diprediksikan. Seperti terjadi masalah dalam jaringan yang biasanya akibat pohon tumbang.

“Insya Allah sudah aman, minggu-minggu ke depan tak ada pemadaman lagi, tapi kalau ada mati lampu mungkin itu kita lakukan perbaikan jaringan yang biasanya karena pohon tumbang,” pungkasnya.

Sepertinya pemadaman bergilir memang menjadi "solusi" satu-satunya yang dilakukan PLN. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin selaku pengelola PLTU Lati kepada beraunews.com mengungkapkan, seharusnya solusi dari pemeliharaan unit di PLTU itu, PLN membeli mesin cadangan sesuai kapasitas boiler yang dirawat yakni 7 MW (megawatt), agar tidak terjadi pemadaman bergilir sama sekali, apalagi itu telah menjadi tanggung jawab PLN.

“Saat PLTU melakukan pemeliharaan, seharunya tidak akan terjadi pemadaman bergilir jika saja PLN mau membeli mesin. Pertanyaanya kenapa mereka tidak mau beli mesin? Padahal itu tanggung jawab mereka loh. Akibatnya, kita kembali begini lagi. Mati lampu terus. Parahnya lagi, ketika pemadaman bergilir terjadi, PLN selalu mengatakan sedang perawatan di PLTU Lati, dampaknya jelas, masyarakat atau pejabat jadinya menyalahkan PLTU. PLTU lagi yang di maki-maki,” bebernya.(dws)