Bendungan Besar, Tak Sebesar Manfaatnya

TANJUNG REDEB – Sejatinya pembangunan bendungan oleh pemerintah salah satu peruntukanya sebagai pengairan sawah petani yang ada di sekitar bendungan. Namun, apa jadinya jika bendungan yang dibangun justru tak berfungsi sama sekali, atau kalau pun berfungsi namun fungsinya tak maksimal. Hal tersebut setidaknya terjadi di 3 bendungan yang ada Kabupaten Berau, yakni Sukan, Merancang dan Labanan. 

Kondisi ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat. Seperti yang diutarakan seorang warga, Puja Handayani. Dikatakannya, keberadaan bendungan yang telah di bangun dengan anggaran miliaran, namun tak memberikan kontribusi bagi masyrakat sekitar sebagaimana yang diharapkan.

“Di Merancang dan Labanan itu bendunganya luas bisa mengaliri puluhan ribu hektar sawah, tapi tidak maksimal fungsinya. Karena kelihatanya antara bendungan dan sawah tingginya sejajar, jadi airnya susah mengalir. Akibatnya petani ambil airnya tetap pakai jeriken,” ungkapnya saat bertandang ke redaksi beraunews.com, Selasa (27/7/2016).

Berbeda dengan Kampung Labanan dan Kampung Merancang, bendungan yang ada di Kampung Sukan justru tidak berfungsi sama sekali. Dirinya mengibaratkan pembangunan bendungan di Sukan sebagai produk gagal. Bendungan yang menelan anggaran sekitar Rp80 miliar tersebut, hingga saat ini tak memberikan manfaat sedikitpun bagi warga sekitar. Sebab, bendungan disana di bangun di atas gunung dan mengharapkan pasokan air hujan.

“Itu bukan bendungan namanya. Apalagi selama ini pemerintah berkoar-koar kalau Berau ini memiliki cadangan air yang cukup banyak buat para petani dan masyarakat saat musim kemarau, tapi faktanya bendungan tidak ada yang berfungsi sama sekali, inikan menjadi mubazir,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Taupan Madjid mengatakan, jika selama ini pihaknya tidak pernah mengadakan pembangunan bendungan yang ada di Labanan, Merancang maupun yang berada di Sukan.

“Itu bukan pekerjaan kami, coba dikonfirmasi ke Balai Sungai di Provinsi, karena pembangunanya itu lewat Provinsi pakai dana APBN dana APBD Provinsi,” tutupnya singkat.

Upaya beraunews.com mengkonfirmasi hal ini ke UPTD Dinas PU Wilayah Kaltim-Kaltara hingga berita ini diturunkan tak kunjung membuahkan hasil.(msz)