Wabup Dukung Pembangunan Dermaga Baru Teluk Sulaiman

BIDUK-BIDUK – Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait rencana peremajaan dermaga di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, memastikan dukungannya untuk rencana tersebut. Sebab, kondisi dermaga yang ada di wilayah pesisir selatan itu memang telah mengalami kemiringan dan rusak.

“Betul saja kalau harus dibangun baru, kondisinya saja seperti ini,” kata saat meninjau langsung dermaga tersebut, Senin (25/7/2016) kemarin.

Namun, melihat kondisi dermaga yang terlalu parah tersebut, Wabup sempat mempertanyakan penyebab kemiringan dan hilangnya sebagian besar landasan dermaga itu.

“Sepertinya ini juga untuk tempat bongkar muat barang. Kemudian, mobil pick up dan truk juga kayaknya masuk sampai sini,” ujarnya.

Wabup pun segera memanggil Kepala Kampung Teluk Sulaiman, Jamaluddin untuk memastikan penyebab rusaknya dermaga tersebut. Menanggapi pertanyaan Wabup, Jamaluddin mengatakan, kondisi ini disebabkan banyaknya kapal kayu yang melakukan bongkar muat barang/jasa di dermaga itu. Selain itu, kondisi dermaga sendiri telah berusia hampir 20 tahunan.

“Kapal yang bongkar muat disini berasal dari Surabaya. Selain itu, ada juga dari Balikpapan, Samarinda dan Sulawesi. Biasanya barang-barang Sembako seperti beras, dan juga ada semen,” jawabnya.

Terkait apakah kendaraan seperti truk juga masuk dalam dermaga itu, Jamaluddin menjelaskan rata-rata kendaraan yang masuk hingga ujung dermaga, yakni mobil pick up jenis L300.

Dijelaskan, dulu pemerintah kampung pernah mencoba untuk memungut retribusi dermaga, tapi tidak ada yang mau bayar. Semua kampung mengklaim ini dermaga kecamatan (Biduk-Biduk). Memang ini dipakai untuk bongkar muat barang ke Batu Putih dan Talisayan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris dan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informastika (Dishubkominfo) Berau, Abdurrahman U juga sama-sama menyatakan dukungannya untuk pembangunan dermaga baru di Kampung Teluk Sulaiman itu. Dengan demikian, tampaknya realisasi pembangunannya hanya tinggal menunggu waktu saja.(sai)