Pesimis, Jembatan Bailey Bujangga Rampung Bulan Depan

TANJUNG REDEB – Mungkinkah dalam waktu dekat ini, Jalan Bujangga segera dapat kembali digunakan warga Berau, khususnya yang berada di Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya sebagai akses jalan menuju Kecamatan Teluk Bayur dengan rute dari Jalan Pulau Sambit atau sebaliknya? Pertanyaan ini yang kerap dilontarkan masyarakat.

Semuanya tentu berpulang kepada pelaksana proyek pemasangan jembatan tersebut, yakni PT Jasin Effrin Jaya. Pantauan beraunews.com di lapangan, terlihat setidaknya lima pekerja yang sedang membuat landasan dari pohon kelapa yang nantinya akan berfungsi sebagai roda penggerak jembatan bailey yang telah terangkai tersebut. Selain itu, ada pula seorang operator yang sedang memanaskan alat berat jenis excavator.

Terkait berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat landasan tersebut, Agus, Kepala Tukang proyek tersebut mengatakan, hal ini bisa memakan waktu hingga seminggu untuk pembuatan satu landasan. Jumlah pohon kelapa yang digunakan pun tergantung ketinggian yang diinginkan.

“Kalau yang sekarang ini sudah lima hari kita kerjakan. Ini agak lama karena kerjanya di ruang sempit dan pas di bawah ujung jembatannya. Untuk yang nanti di tengah, paling sekitar lima hari sudah jadi landasannya karena terbuka dan enak bergeraknya. Ini kerjanya murni manual, tidak ada pakai alat berat,” katanya.

Agus mengungkapkan dengan jarak antara jembatan bailey dengan jembatan Bujangga yang ada sekitar 100 meter, maka setidaknya dibutuhkan 6 landasan dengan jarak antar landasan sekitar 15 meter. Selain itu, Agus menjelaskan alasan kenapa menggunakan batang kelapa sebagai bahan landasan tersebut.

“Batang kepala ini kan licin dan sedikit elastis juga. Nanti tinggal ditarik pakai dua alat berat. Satu menarik dan satu lagi mendorong (jembatan bailey) itu,” tambahnya.

“Setidaknya ada 6 landasan nantinya. Jarak antara landasan satu dengan yang lainnya sekitar 12,5 meter dengan has landasan 2,5 meter, jadi sekitar 15 meteran jaraknya,” tutupnya.

Berdasarkan keterangan tersebut, diprediksikan dalam satu bulan ke depan, bisa dikatakan jembatan tersebut belum bisa dimanfaatkan.(sai)