Berau Defisit Listrik, Pemadaman Bergilir Jadi “Solusi” PLN

TANJUNG REDEB – PLN akan kembali mengalami penurunan pasokan daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, menyusul adanya perawatan pada boiler 1. Otomatis pemadaman bergilir akan kembali jadi "solusi" satu-satunya yang dilakukan PLN.

Manajer Rayon Tanjung Redeb, PLN Berau, Mufid Arianto mengatakan, rencana perawatan terhadap boiler 1 sudah disampaikan. Hal ini sama dengan perawatan yang dilakukan pada minggu lalu pada boiler 3, sehingga mengharuskan dilakukannya pemadaman bergilir.

"Rencananya Sabtu (23/7/2016) dan Minggu (24/7/2016), kita akan lakukan perawatan dan akan lakukan pemadaman bergilir dan jadwal pemadaman sudah kita sampaikan kepada beberapa masyarakat dan diharapkan bisa disampaikan kembali kepada yang lainnya," ujarnya kepada beraunews.com, Jum'at (22/7/2016).

Dikatakannya, selain pekan ini, pemadaman juga akan dilakukan pekan depan, sebab kembali akan dilakukan perawatan pada boiler 2. Namun, untuk area dan jadwal pemadaman akan berbeda dengan saat ini.

"Minggu depan rencana kita akan lakukan perawatan di boiler 2. Saat itu juga akan dilakukan pemadaman bergilir dan jadwalnya akan kita sampaikan nanti," katanya.

Mufid menambahkan, dengan terhambatnya pasokan listrik kepada masyarakat ini, ia serta manajemen PLN Berau meminta maaf. Pihaknya berjanji akan berupaya melakukan tindakan secepat mungkin, agar pelayanan ke masyarakat bisa segera normal.

"Kami meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Kami upayakan agar perawatan bisa segera selesai dan suplai listrik ke masyarakat bisa segera normal kembali," pungkasnya.

Sepertinya pemadaman bergilir memang menjadi "solusi" satu-satunya yang dilakukan PLN. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin selaku pengelola PLTU Lati kepada beraunews.com mengungkapkan, seharusnya solusi dari pemeliharaan unit di PLTU itu, PLN membeli mesin cadangan sesuai kapasitas boiler yang dirawat yakni 7 MW (megawatt), agar tidak terjadi pemadaman bergilir sama sekali, apalagi itu telah menjadi tanggung jawab PLN.

“Saat PLTU melakukan pemeliharaan, seharunya tidak akan terjadi pemadaman bergilir jika saja PLN mau membeli mesin. Pertanyaanya kenapa mereka tidak mau beli mesin? Padahal itu tanggung jawab mereka loh. Akibatnya, kita kembali begini lagi. Mati lampu terus. Parahnya lagi, ketika pemadaman bergilir terjadi, PLN selalu mengatakan sedang perawatan di PLTU Lati, dampaknya jelas, masyarakat atau pejabat jadinya menyalahkan PLTU. PLTU lagi yang di maki-maki,” bebernya.(dws)