Pemkab Berau Bahas Ketersediaan Listrik

TANJUNG REDEB – Kekurangan daya listrik di Kabupaten Berau masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Kabupaten Berau saat ini. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati, Agus Tantomo saat mengundang diskusi semua pihak terkait untuk membahas kondisi listrik di Kabupaten Berau secara umum di ruang Rapat Semama, Setkab Berau, Selasa (31/5/2016) sore tadi.

Tampak hadir dalam diskusi itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Berau, Mappasikra Mappaseleng, Asisten Manager Transaksi Energi Listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Berau, Anas Febrian, Direktur PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin, perwakilan PT Berau Coal, PT Hutan Hijau Mas, PT Lentera dan lainnya.
 
Agus Tantomo yang memimpin diskusi mempertanyakan kondisi listrik secara umum, baik dari segi ketersediaan jaringan dan infrastruktur maupun kerja sama antar para undangan yang hadir, khususnya kepada PT PLN Area Berau, selaku pemilik hak jual-beli listrik di Indonesia.
 
“Diskusi ini untuk mengetahui kondisi listrik di Kabupaten Berau secara umum. Berapa sebenarnya kapasitas daya listrik yang kita miliki dan kebutuhan yang ada. Saya tanyakan hal ini, agar pemerintah daerah betul-betul mengetahui kondisi listrik yang ada di Kabupaten Berau sehingga kedepannya bisa menyiapkan rencana untuk mengatasinya,” tanyanya.
 
Dalam catatannya, Agus Tantomo memiliki sedikit gambaran akan kondisi ketersediaan listrik di Berau. Dimana, Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati milik PT IPB memiliki mesin dengan kapasitas 3 x 7 Mega Watt (MW), sehingga menghasilkan daya listrik sekitar 21 MW dan kedepannya PLTU Teluk Bayur milik PT PLN akan menghasilkan 14 MW dengan mesin pembangkit 2 x 7 MW
 
“Saya minta ada pemetaan dalam pelayanan listrik ke masyarakat Berau dan di tahun 2018, seluruh masyakat Berau dapat menikmati listrik,” tegasnya.
 
Sementara, Asisten Manager Transaksi Energi Listrik PT PLN Area Berau, Anas Febrian mengungkapkan total daya yang dimiliki PT PLN Berau, baik melalui kerja sama dalam bentuk perjanjian jual beli, maupun sewa daya dengan pihak ketiga ialah 27,7 MW. Yang terbagi menjadi sembilan sistem, baik sistem besar dan kecil.
 
“Sistem besar yakni yang terintegrasi dengan PLN Rayon Tanjung Redeb, mulai dari Merancang sampai Kampung Pesayan memiliki kapasitas 22,7 Mega Watt, dengan beban puncak 20 Mega Watt pada malam hari. Sementara sistem kecil, yakni PLN Tanjung Batu ada 575 Kilowatt dengan beban puncak 485 kilowatt di malam hari, PLN Biduk-Biduk ada 600 kilowatt dengan beban puncak 400 kilowatt, dan sistem kecil lainnya seperti di Pulau Derawan dan lainya,” tutupnya.(sai)