Bupati : Pemanfaatan Dermaga Maratua Belum Optimal

MARATUA – Bupati Muharram menilai pemanfaatan dermaga Pulau Maratua  kurang optimal. Pasalnya, disisi paling luar dermaga tempat kapal berlabuh kurang maju, akibatnya kapal yang ingin bersandar mengalami hambatan lantaran batas pasang surut air laut masih terlalu dangkal di depan dermaga.

Bupati mengungkapkan, pernah ada sebuah kapal besar milik TNI Angkatan Laut yang ingin berlabuh di dermaga itu, namun tak jadi karena kapalnya kandas akibat air laut terlalu dangkal. Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu pun menilai jika perencanaan pembangunan dermaga ini kurang matang lantaran tak mempertimbangkan posisi pasang surut air laut.

“Saya lihat pengerjaan dermaga di Kampung Tanjung Harapan sudah tuntas, namun kita sayangkan pemanfaatan dermaga ini saya pikir masih kurang optimal. Landasan paling luar dermaga ini masih perlu ditambahkan sekitar 8 Meter lagi, sehingga bisa mencapai titik sandar yang lebih dalam terlebih untuk kapal-kapal dengan tonase lebih besar,” ungkap Bupati disela kunjungannya ke Dermaga Maratua,  Senin (18/7/2016).

Melihat kondisi dermaga yang kurang optimal, Pemkab siap kembali mengkaji dan mengevaluasi pembangunan dermaga yang dibangun menggunakan APBD tahun 2015 senilai Rp57 miliar tersebut. Namun, dikatakan Bupati, untuk evaluasi tersebut,  dikembalikan ke pihak yang menggunakan anggarannya. Jjika mereka mengusulkan, maka Pemkab siap menganggarkan kembali guna membenahi dermaga itu.

“Kita liat saja nanti permintaan dari pihak yang menggunakan dermaga ini. Jika memang perlu, kami harus siap mengkaji kembali agar pemanfaatan dermaga yang sudah terlanjur selesai ini bisa lebih maksimal lagi. Disisi lain, juga saya tidak mau berkomentar lebih jauh terkait dermaga ini karena masih di luar kewenangan karena semuanya sudah terlanjur,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, selain meninjau dermaga, Bupati bersama rombongan menyempatkan memantau mesin destilasi (penyulingan sederhana) pengeloaan air asin menjadi air tawar yang ada di sekitar dermaga. Destilasi pengolaan air ini mampu menghasilkan air tawar sebanyak 600 liter per jam.

“Mesin pengolaan air asin ke air tawar ini pengadaannya satu paket dengan pembangunan dermaga. Setiap jamnya mampu menghasilkan air tawar 600 liter yang  digunakan karyawan yang bertugas disini maupun oleh masyarakat sekitar,” tutupnya.(ea)