Jalan H. Isa III Terus Tuai Polemik, Bupati Beri 2 Pilihan Kepada PT Temas

 

TANJUNG REDEB – Jalan H. Isa III terus menuai polemik. Pasalnya, selain terus mengalami kerusakan, kini jalan tersebut juga menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan. Tak tanggung-tanggung, sejak Pukul 18.00 Wita hingga Pukul 24.00 Wita Sabtu (21/07/2018), tercatat sudah 5 orang mengalami kecelakaan di ruas Jalan H. Isa III tepatnya di depan Kedai Satya.

“Lubang di Jalan H. Isa III, kebetulan pas di depan rumah, dikasih batu pecah, baru tadi jam 3 (pukul 15.00 Wita-red) dikasih, sampai jam segini (pukul 21.40 Wita), sudah 5 kali motor jatuh. Bagaimana solusinya lah??? Kasian warga bertumbangan. Barusan sudah lapor ke kawan di kepolisian, semoga ada solusi sementara agar tidak terjadi lagi, sementara masih proses pelaporan. Mungkin ada kawan-kawan dari Dinas Perhubungan, DLLAJ atau siapapun pihak terkait yang bisa bantu sementara, minimal ada rambu-rambu atau apa gitu,” tulis pemilik rumah makan Kedai Sayta, K. Widi Asmoro melalui akun facebook miliknya Widi KedaiSatya.

Tak pelak, status facebook ini langsung viral. Hingga berita ini diturunkan, status tersebut sudah dikomentari 233 orang dan disukai 245 orang. Mayoritas masyarakat mengeluhkan situasi ini dan meminta Pemerintah Kabupaten Berau segera menyikapi dan mengambil solusi, agar korban tak terus bertambah. 

 

Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati Berau Muharram meresponnya dengan langsung turun ke lokasi, Minggu (22/07/2018) pukul 09.00 Wita, dan langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), untuk segera membersihkan batu pecah dan kemudian memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

“Yang saya pikirkan hari ini adalah penanganan sementara dulu, agar supaya tidak bertambah lagi masyarakat yang terkena musibah,” tutur Bupati Berau Muharram.

Baca Juga : Tuai Polemik, Pemkab Diminta Dahulukan Perbaikan Jalan H. Isa III

Terkait solusi permanen, orang nomor satu di Bumi Batiwakkal tersebut mengatakan, dalam waktu dekat ini, dirinya segera memanggil PT Tempuran Mas (Temas), DPUTR, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya, guna mencari solusi permasalahan.

“Alternatif solusinya, yakni pertama apakah mereka (PT Temas-red) sanggup membangun dengan permanen jalan di sini (menggunakan rigid-red) supaya mereka nyaman melewati. Kedua, kita hentikan PT Temas melewati jalan ini dan meminta mereka mencari alternatif jalan yang lain, sambil menunggu proses pembangunan lapangan penumpukan peti kemas di Kampung Gurimbang,” tandasnya.

Untuk diketahui, pemberian batu pecah di lubang Jalan H. Isa III menurut K. Widi Asmoro sebagai saksi mata, dilakukan oleh pihak yang tak dikenal, yang jelas, bukan berasal dari DPUTR Berau maupun PT Temas.(NR. Dewi/bnc)