Bangun PJU Gunakan Dana CSR Dipertanyakan

 

TANJUNG REDEB – PT Berau Coal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) telah membangun lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dalam kota Tanjung Redeb. Pembangunan PJU tak lagi bergantung pada listrik PLN, melainkan menggunakan tenaga surya (solar cell).

Upaya ini belakangan dipertanyakan sejumlah masyarakat. Hal itu terungkap dari percakapan di salah satu Grup WhattApp Warung Politik Berau. Misanya saja, seperti disampaikan pemilik akun Banuanta. Dikatakannya, dibangunnya PJU sesungguhnya baik saja. Hanya saja, ia mempertanyakan mengapa pembangunannya justru dilakukan di Tanjung Redeb, bukan di sepanjang jalan kampung lingkar tambang yang hingga saat ini masih gelap gulita.

“Apa kabar PJU melalui dana CSR yang menggunakan tenaga surya? Sepanjang jalan menuju kampung lingkar tambang masih gelap tapi tidak diperhatikan? Lalu, yang jadi pertanyaan, PJU sudah tenaga surya, masa retribusi PJU harus tetap dibayar,” tanyanya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan mengapa pembangunan lampu PJU tersebut, dilakukan kontraktor dari luar Berau.

“CSR pun dikerjakan kontraktor dari luar, sepertinya kontraktor lokal tidak ada gunanya. Kontraktor lokal tak dianggap,” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Manager Public Relations PT Berau Coal, Arif Hadianto membenarkan jika pembangunan lampu PJU di dalam kota Tanjung Redeb dilakukan oleh pihak PT Berau Coal melalui program CSR. Dikatakannya, PJU tersebut merupakan salah satu kontribusi CSR PT Berau Coal untuk menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat provinsi Kalimantan Timur.

“Selain membangun 100 titik PJU, guna menyukseskan MTQ itu, kita juga melakukan penataan kawasan eks gedung pemuda, dan perapihan parkir di masjid agung (aspal jalan utk parkiran). Program ini toh memberi manfaat bersama dan alhamdulillah MTQ berjalan sukses dan membawa nama baik Kabupaten Berau,” tuturnya kepada beraunews.com, Minggu (27/05/2018). 

Terkait tak dipasangnya PJU di sepanjang jalan kampung lingkar tambang, Arif mengatakan, program listrik ke kampung dampingan (lingkar tambang) tak semata dilakukan melalui PJU. Selama ini, pihaknya pun sudah melakukan program penerangan di kampung lingkar tambang.

“Program listrik ke kampung dampingan sudah kami dilakukan dalam bentuk program penerangan kampung, antara lain dengan membantu genset dan BBM bagi kampung yang belum teraliri listrik PLN, dan menyambungkan ke jaringan listrik ke PLN bagi yang sudah memungkinkan mendapat akses listrik,” ujarnya.

Ditanya terkait kontraktor pelaksanan pembangunan PJU yang menurut kabar yang beredar bukan kontraktor lokal dan mempunyai “hubungan" dengan manajemen PT Berau Coal dan atau PT Sinar Mas, Arif menuturkan, penentuan kontaktor merupakan kebijakan dan kewenangan dari PT Berau Coal.

“Yang jelas, kontraktor ditetapkan sesuai standar pengadaan barang dan jasa, dengan mempertimbangkan nilai ekonomis, pengalaman kontraktor, dan hubungan baik,” tandasnya.

Terkait nama kontraktor pelaksana, berapa nilai kontrak pengerjaan PJU serta mengapa terkesan sembunyi-sembunyi dan tak melibatkan kontraktor lokal, hingga berita ini diterbitkan, Arif tak memberikan jawaban.(NR. Dewi/bnc)