Warga Kukuh Minta Ganti Rugi, Rencana Pembangunan Drainase dan Peningkatan Jalan HARM Ayoeb Terancam Gagal

 

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), terancam gagal dilaksanakan dan anggaran bakal dialihkan ke daerah lain. Terancam batalnya proyek jalan ruas nasional yang dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu, hanya lantaran kendala lahan warga yang belum clear and clean (tidak ada ganti rugi lahan) terkena rencana proyek.

Informasi terancam gagalnya proyek tersebut disampaikan seorang warga bernama Sukardi melalui salah satu grup Whattapp. Menurutnya, informasi tersebut ia peroleh langsung dari salah seorang Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Berau.

“Sekilas info, rencana pembuatan parit di Jalan Raden Ayoeb gagal dilaksanakan alias batal dilelang dan anggaran dari pusat dialihkan ke daerah lain. Demikian penjelasan salah seorang Kepala Bidang di Dinas PU kepada saya kemarin. Awalnya cuma 1 orang yang tidak setuju, sekarang bertambah jadi 4 orang, karena diprovokasi oleh 1 orang tadi. Kepala bidang yang saya maksud, berharap Bupati bersikap,” tulisnya, Rabu (18/04/2018) pagi.

BACA JUGA : Perbaikan Jalan HARM Ayoeb dalam Tahap Lelang

Dikonfirmasi beraunews.com terkait kebenaran informasi tersebut, Sekretaris DPUTR Berau, Rahmad, secara tegas mengatakan jika informasi tersebut tidak benar. Pasalnya, hingga saat ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional, Konverman Zebua, sama sekali belum ada menginformasikan pengalihan proyek dan pembatalan lelang.

“Kalau dialihkan, PPK saja belum bilang ke kami dan belum ada lapor ke Bupati. Kalau terancam dialihkan masih mungkin, karena permasalahan lahannya tak kunjung clear and clean,” ujarnya.

 

Untuk tuntutan ganti rugi lahan, Rahmad menegaskan, tak ada anggaran untuk pembebasan lahan. Apalagi, proyek tersebut dibiayai APBN yang mempersyaratkan lahan harus clear and clean. Perlu diketahui, lanjut Rahmad, proyek drainase dan peningkatan tersebut, selain memang kebutuhan bersama, juga atas permintaan warga yang disampaikan dalam setiap tahun pelaksanaan musyawaran perencanaan pembangunan (musrenbang).

“Jika demikian, lalu mengapa pula mereka yang kemudian menghambat usulan mereka sendiri, bisa jadi ada pembisik yang mengompori warga. Padahal, kita mau tuntaskan, jalan dibuat 2 jalur, bagus, indah, aman, nyaman dan luar biasalah, berikut dengan saluran drainasenya,” imbuhnya.

“Kita berharap warga yang menolak ini rela menyerahkan sedikit lahannya, paling 1-2 meter saja, itupun kalau kena. Sehingga, tidak ada lagi kata terancam dialihkan atau gagal lelang,” tambahnya.

LIHAT JUGA : Drainase dan Jalan HARM Ayoeb Bakal Dikerjakan Tahun 2018

Rahmad juga memastikan, pihaknya bersama instansi teknis lainnya, akan segera melakukan pengukuran lahan warga di sekitar proyek. Langkah ini dilakukan, untuk memastikan apakah lahan ketiga warga yang menolak ini, terkena proyek atau tidak.

“Pengukuran dilakukan untuk memastikan apakah lahan warga yang menolak ini benar-benar kena atau tidak. Jangan bilang menolak atau tidak setuju, tapi ternyata lahannya, misalnya tidak kena. Karena kami punya pengalaman saat membuat drainase yang di depan pasar SAD, itu tidak ada satupun lahan warga yang kena,” tandasnya seraya mengatakan jikapun dari hasil pengukuran, ternyata lahan warga memang terkena proyek, pihaknya sekali lagi meminta agar warga turut berpartisipasi untuk kepentingan bersama.(NR Dewi/bnc)