Pemkab Berau Pastikan PT Temas Bertanggung Jawab Kembalikan Mulusnya Aspal Jalan H. Isa III

 

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Berau meminta masyarakat untuk bersabar, terkait kerusakan jalan akibat dilewati kendaraan melebihi kapasitas 8 ton. Seperti, kerusakan jalan H. Isa III yang dilalui kendaraan pengangkut peti kemas milik PT Tempuran Mas (Temas). Pasalnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPUTR tengah menunggu saat yang tepat untuk meminta perbaikan secara menyeluruh kepada PT Temas.

Saat tepat tersebut, dikatakan Sekretaris DPUTR Kabupaten Berau, Rahmad, yakni jika lapangan penumpukan peti kemas milik PT Pelayaran Indonesia (Pelindo) di Kampung Gurimbang telah rampung dikerjakan. Sebab, selama lapangan penumpukan tersebut belum difungsikan, maka perbaikan jalan yang dilakukan, dinilai sia-sia dan mubajir.

Namun demikian, Rahmad menegaskan, perbaikan jalan rusak, mutlak menjadi tanggung jawab sepenuhnya PT Temas, sebagaimana surat dari Bupati Berau yang ditujukan kepada PT Temas. Perbaikan jalanpun harus dilakukan PT Temas dengan mengembalikan kondisi jalan seperti semula, yakni beraspal mulus. Bukan, tambal sulam sebagaimana yang dilakukan PT Temas dalam beberapa kali perbaikan.

“Kalau sesuai suratnya, kembali seperti semula bukan tambal sulam. Kalau sementara ini masih ditambal-tambal dan itu menjadi persoalan masyarakat. Harapan saya itu segera diselesaikan supaya tidak menjadi persoalan,” imbuhnya kepada beraunews.com, Selasa (13/02/2018).

“Jadi bukan kami yang memperbaiki itu, sesuai surat Bupati, PT Temas yang memperbaiki. Dan mereka (PT Temas-red) sudah menyiapkan anggaran perbaikan sekitar Rp600 juta sebagaimana yang kami dengar komitmen mereka yang disampaikan dalam rapat,” tambahnya.

 

Setelah diperbaiki seperti semula, lanjut Rahmad, tak akan ada lagi kendaraan peti kemas mengangkut muatan melebihi kapasitas 8 ton, yang diperkenankan melalui jalan dalam kota, termasuk Jalan H. Isa III. Pasalnya, dengan berfungsinya lapangan penumpukan di Kampung Gurimbang, maka semua peti kemas akan dibongkar di sana. Selanjutnya, segala macam barang akan diangsur menggunakan kendaraan kecil menuju dalam kota.  

“Saat ini lapangan penumpukan milik PT Pelindo seluas 5.000 meter persegi, informasinya sudah 90 persen, nanti kalau itu sudah selesai, tidak ada lagi lewat dan masuk (peti kemas-red) dalam kota. Semua peti kemas akan di bongkar muat di lapangan penumpukan Kampung Gurimbang, selanjutnya menggunakan kendaraan kecil di antar ke gudang dalam kota. Mudahan segera selesai juga pelindo,” tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)