Apa Kabar Pengadaan Mesin 10 x 1 MW PLN Berau?

 

TANJUNG REDEB – Janji PT PLN Area Berau yang akan mengoperasikan mesin 10 x 1 Megawatt (MW) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sambaliung yang hingga berbulan-bulan ini tak kunjung terealisasi, sempat disinggung Bupati Berau, Muharram saat menjawab Pandangan Akhir Fraksi Partai Nasdem DPRD Berau pada Rapat Paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun 2017 menjadi Perda, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, beberapa waktu yang lalu. 

“Hingga saat ini barangnya (mesin 10 x 1 MW-red) tidak sampai-sampai, bahkan di PLTU Teluk Bayur yang katanya juga akan beroperasi, saat ini juga belum berjalan. Seandainya PLTD Sambaliung dan PLTU Teluk Bayur berjalan, maka kita akan punya tambahan 17 MW. Artinya, ketika terjadi pemadaman 1 boiler di PLTU Lati, berarti tidak ada masalah pemadaman lagi, tapi itu lagi kembali PLN sampai sekarang belum jelas kapan beroperasinya,” singgung Bupati.

BACA JUGA : Pemadaman Terus Terjadi, Pemkab Diminta Lakukan Audit Investigasi Terhadap PT IPB

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Manajer PT PLN Area Berau, Albert Sitompul melalui Asisten Manager Bidang Perencanaan, Dicky Irman Bahctiar saat ditemui beraunews.com, Jumat (03/11/2017) mengatakan, saat ini seluruh perencanaan yang dilakukan PLN, baik terkait PLTU Teluk Bayur maupun pengadaan mesin 10 x 1 MW di PLTD Sambaliung, prinsipnya masih sesuai schedule yang direncanakan.

“Untuk diketahui, saat ini lantai dudukan mesin 10 x 1 MW di PLTD Sambaliung sudah dalam tahap penyelesaian pekerjaan. Pengiriman mesin juga sedang dalam proses,” tuturnya. 

Saat ditanya terkait informasi yang diperoleh beraunews.com, jika tanggal 18 November 2017 ada pengiriman 10 kontainer mesin ke PLTD Sambaliung dan 20 kontainer aksesoris mesin tersebut, Dicky enggan menjawab. Ia hanya mengatakan, jika pengiriman sedang dalam proses.

“Kami harapkan doa dan dukungan semua pihak, terutama masyarakat Berau, Pemkab dan DPRD Berau, agar semuanya berjalan sesuai yang kami rencana,” harapnya.

 

Sementara itu, Supervisor Pembangkit PT PLN Rayon Tanjung Redeb, Fajar Istiadi mengatakan, pengadaan mesin 10 x 1 MW tersebut dilakukan PLN Pusat dan dimenangkan oleh PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia. Jika semua berjalan sesuai rencana, maka mesin 10 MW tersebut akan beroperasi tahun 2017 ini.

“Pengadaan mesin 10 x 1 MW itu, selain untuk cadangan juga untuk operasional sehari-hari dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di Berau. Dengan adanya mesin tersebut, jikapun terjadi pemeliharaan 1 boiler di PLTU Lati, maka sudah ada backup di PLTD Sambaliung,” tandasnya saat ditemui di PLTD Sambaliung beberapa waktu yang lalu.(bnc)