Dituding Salahi Prosedur Pembahasan APBD, Ini Kata Kasi Sarpras SD Diknas Berau

 

TANJUNG REDEB – Kekecewaan yang dilayangkan Fraksi Partai Gerindra DPRD Berau, ditanggapi Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Berau, Ichwanul Jaya.

Kepada beraunews.com, Ichwanul mengatakan, tudingan yang dialamatkan kepada dirinya itu salah sasaran. Pasalnya, dalam hearing rapat dengar pendapat tersebut, dirinya bertindak selaku SKPD teknis. Namun yang terjadi, seakan-akan pihaknya adalah TAPD.

“Itu memang benar, saya dibilang kabur, sebenarnya tidak. Jadi mereka salah menempatkan kami sebagai apa. Mungkin mereka tidak paham kami ini sebagai apa, padahal kami kan SKPD teknis yang bertugas hanya menjalankan, bukan menentukan kegiatan itu ada atau tidak. Cuma mereka seakan-akan kami yang semua yang menentukan. Padahal, kami hanya mengusulkan, apa yang ada di TAPD itu, tidak semata-mata dari kami, tetapi juga dari usulan masyarakat, hasil kunjungan Kepala Daerah ke kampung-kampung hingga aspirasi anggota DPRD,” jelasnya.
 
BACA JUGA : Fraksi Gerindra Sayangkan Sikap Kasi Sarpras SD Diknas Berau

Terkait SDN 007 yang sudah mendapat rekomendasi dari Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, Kepala Dinas Pendidikan saat itu, Armyn Zulkiflie, dukungan Bappeda hingga DPRD, Ichwanul mengatakan, dirinya memang menyarankan ke Bappeda untuk tidak menganggarkan SDN 007 dalam APBD Perubahan 2017. Sebab, di sekolah tersebut ruang kelasnya sudah terpenuhi, bahkan sudah berlebih.

“Dalam lampiran proposal permohonan SDN 007 betul-betul tertulis bahwa jumlah rombongan belajar ada 16, sementara jumlah ruang kelas 19. Artinya, mereka kelebihan 3 ruang kelas. Lalu buat apa lagi dianggarkan perencanaannya di APBD Perubahan, sementara kita tahu di Tahun 2018 tidak ada anggaran untuk pembangunan fisiknya,” tandasnya seraya mengatakan jika pihaknya bukan tidak mau mengakomodir, melainkan bukan pada APBD Perubahan ini.(bnc)