Kantongi Rekomendasi, Batu Bara Baru Dipindahkan dari Lokasi Proyek

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Berau melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Gedung Kantor Pemerintah II, Jimmy Arwi Siregar, angkat bicara terkait tudingan adanya aktivitas houling (pengangkutan) dan penjualan batu bara di aktivitas pematangan lahan proyek yang berada di samping Kantor DPRD Berau itu.

Dikatakannya, di lahan seluas 1 hektar tersebut akan dibangun kantor pemerintah. Namun untuk tahun ini, dana yang tersedia hanya untuk pekerjaan pematangan lahan dan pekerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT). Dalam pekerjaan pematangan lahan atau galian di lahan yang awalnya berupa gunung itu, saat tahap pengupasan tanah ditemukan batu bara setinggi kurang lebih 2 meter dari permukaan elevasi permukaan yang direncanakan berada disebagian area pematangan lahan.

“Batu bara yang ada dipermukaan itu, tentu menghambat pekerjaan. Karena tujuan dari pematangan lahan dalam perencanaan adalah elevasi permukaannya datar. Sehingga jika area batu bara tersebut tidak dikerjakan, maka tujuan pekerjaan pematangan lahan tidak tercapai. Namun terkait galian batu bara tentu hal ini menjadi kewenangan dari Distamben Provinsi Kaltim ” beber Jimmy kepada beraunews.com, Sabtu (23/09/2017).

Baca Juga : Soal Aktivitas di Samping Kantornya, Ini Penjelasan DPRD Berau

Untuk mengatasi kendala itu, PT Bintang Arraffa selaku kontraktor pelaksana memprakarsai pengurusan perijinan ke Dinas Pertambangan dan Energi (Distemben) Kaltim pada tanggal 10 Agustus 2017. Namun, ditegaskannya, sebelum memperoleh ijin atau rekomendasi dari Distemben Kaltim, selama itu pula kontraktor tidak memindahkan batu bara yang ada, hanya saja kontraktor melakukan pengupasan tanah.

“Dari surat usulan kontraktor itu, Tim Pemeriksa Distemben Kaltim, Achmad Mathofani melakukan peninjau ke lokasi pada 15 September 2017. Lantaran batu bara sudah terbuka, PT Bintang Araffa meminta solusi terkait kondisi tersebut, Distemben Kaltim merekomendasikan dalam berita acara, bahwa batu bara harus dipindahkan ke tempat yang dapat memelihara dan memantau secara rutin agar dampak lingkungan dan pencemaran tidak terjadi,” tuturnya.

Atas dasar rekomendasi itu, kontraktor pelaksana memindahkan dan menitipkan batu bara ke stok room milik PT Kaltim Jaya Bara (KJB) satu hari setelah rekomendasi tersebut diberikan Tim Pemeriksa Distemben Kaltim.

"Jadi, pemindahan batu bara dari lokasi proyek itu sudah rekomendasi Distamben Kaltim," tandasnya.(*bnc)