Minim Anggaran, PJU Pun Minim Perhatian

 

TANJUNG REDEB – Tak berfungsinya sejumlah lampu jalan membuat masyarakat cukup resah saat melintas di kawasan-kawasan yang sepi atau minim arus lalu lintas. Pasalnya, dengan kondisi sepi dan gelap tak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku kejahatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Abdurrahman Ullang mengakui jika saat ini memang ada banyak lampu jalan yang tak berfungsi karena kondisi sudah mulai memperihatinkan. Namun, minimnya anggaran yang ada, membuat pihak Dishub juga tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan perawatan.
 
"Dulu kewenangan ada di Dinas Pertambangan. Sekarang dibagi dua, kalau penambahan jaringan itu di DPUTR sedangkan perawatan ada di Dishub, tapi sekarang kita minim anggaran," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (14/09/2017).
 
Dikatakannya, anggaran yang ada saat ini memang dianggap sangat minim. Pasalnya, dari kajian sebelumnya oleh Dinas Pertambangan, anggaran untuk perawatan dan sebagainya mencapai Rp1,5 miliar, sementara yang ada saat ini hanya Rp300 juta.
 
"Dana Rp300 juta yang ada ini dibagi untuk pengawasan, ATK dan pembelian komponen PJU seperti lampu dan lainnya, dan logikanya tidak cukup karena kita tangani se-Kabupaten," katanya.
 
Karena anggaran yang sangat minim sehingga banyak yang tak bisa terakomodir. Apalagi diketahui jika yang cepat memerlukan perhatian, yakni bola lampu. Ini yang cepat rusak apalagi di ruang terbuka.
 
"Kami sudah memohon ke provinsi, tapi mereka juga terkendala anggaran. Padahal yang kita utamakan ini komponen PJU karena ini yang cukup mahal, jadi sementara kita tunggu anggaran baru bisa melakukan perawatan terhadap PJU yang ada," pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia