Ternyata Rambu Lalu Lintas Terbagi 3 Jenis Lho!!!

 

TANJUNG REDEB – Kita pasti tidak asing lagi dengan yang namanya rambu lalu lintas. Bahkan, hampir di setiap ruas jalan dapat kita temui rambu-rambu tersebut. Jadi, kurang lengkap rasanya jika kita hanya mengerti maksud simbolnya tanpa mengetahui fungsi gunanya.

“Pada umumnya rambu lalu lintas itu memberikan petunjuk, arah jalan, juga informasi kepada pengguna jalan, agar mengetahui bahwa di daerah tersebut ada larangan atau arahan,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, Abdurrahman, saat ditemui beraunews.com, Kamis (17/08/2017).

Jika berbicara mengenai jumlah, Abdurrahman mengungkapkan, jika total rambu yang menjadi garapan Dinas Perhubungan (Dishub) sendiri, sangatlah banyak.

“Rambu kita hitungannya banyak, pokoknya sepanjang jalan rata-rata ada, dan setiap tahun itu kita perbarui bahkan kita tambah, khususnya jika ada akses jalan-jalan yang baru," tambahnya.

Sedangkan untuk data jumlah rambu-rambu, yang baru masuk pendataan totalnya 903, itupun belum semua kecamatan atau rambu-rambu di jalan yang baru dibuat. Mengapa bisa demikian? Dikatakan Abdurrahman, ini karena sebagian besar yang memegang data rambu di setiap kecamatan adalah para kontraktor. Tetapi dari pihak Dishub sendiri ke depannya akan melakukan pendataan lagi secara rinci di setiap kecamatan.

Sama halnya dengan barang pada umumnya, rambu lalu lintas pasti juga memiliki umur, entah itu yang berusia lama ataupun masih baru.

“Yang usianya lama jelas ada, tetapi, kita tidak bisa menghitung satu persatu juga kan. Jadi begitu rambu-rambu kita ini rusak, pasti langsung kita ganti. Dan kerusakan tersebut bisa saja diakibatkan karena proyek jalan, rebah atau ditabrak. Sedangkan untuk masalah penggantian, jelas ada anggaran pemeliharannya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, rambu-rambu tersebut ternyata dibagi menjadi tiga jenis. Ada yang menjadi kewenangan kabupaten, provinsi, serta pusat.

“Jika status jalan tersebut merupakan milik kabupaten, itulah yang menjadi kewenangan kita untuk memasang rambu di jalan tersebut. Jadi tidak semua rambu jalan itu milik kabupaten, ada yang punya provinsi, dan ada juga yang milik pusat,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia