Janji Palsu Kontraktor, Wabup Laporkan Ke Menteri

TANJUNG REDEB – Jalan Bujangga yang sejak awal tahun 2016 itu amblas telah mendapatkan penanganan sementara sambil menunggu hasil kajian untuk penanganan secara permanen. Penanganan sementara ini dilakukan dengan membuat jembatan Bailey sepanjang 100 meter lebih dan ditargetkan rampung  sebelum mudik lebaran.

Namun, melihat progres pengerjaan pemasangan jembatan bailey dilapangan pada Jum’at (1/7/2016), dipastikan tidak akan memenuhi harapan warga. Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo pesimis jika jembatan bailey itu dapat digunakan masyarakat Berau selama hari raya Idul Fitri kali ini.

Ia menilai, pihak kontraktor hanya mengejar progres pengerjaan awal, yang biasanya dilaporkan kontraktor kepada penanggung jawab proyek seperti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pengguna Anggaran (PA) sehingga bisa mengajukan pencairan anggaran proyek tahap awal.

“Kelihatannya, ini hanya untuk melihatkan ke Kementerian saja kalau ada progres pengerjaan. Dibandingkan sama yang terakhir (Senin, 27/06/2016) kita turun, kayaknya hanya nambah ini (kerangka jembatan bailey sepanjang 2 meter) saja,” ungkap Wabup dilokasi.

Wabup juga melihat adanya penambahan material jembatan yang diletakkan di samping badan Jalan Bujangga atau tepatnya depan SPBU Bujangga, sangat beresiko akan hilang. Dan apabila terjadi, hal ini juga bisa sangat berpengaruh akan cepat atau lambatnya progres pengerjaan jembatan tersebut. 

“Sama penambahan besi-besi ini saja, ini seperti dari yang dibongkar di Kelay baru di bawa kesini. Tidak ada yang jaga lagi, ini material besi dan baut-bautnya, kalau hilang bisa jadi masalah lagi nantinya,” tambahnya.

Wabup berencana akan melaporkan hal ini ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

“Yah kami lapor ke Menteri, jangan sampai laporannya mereka sudah selesai,” tegasnya.(sai)