Realisasikan Gagasan PLTA Kelay, Bupati Bakal Temui Menteri ESDM

 

TANJUNG REDEB – Gagasan Bupati Berau Muharram, untuk memanfaatkan aliran Sungai Kelay yang arusnya cukup deras untuk dibangun sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang diungkapkan sejak Januari lalu, mulai terlihat titik terang.

Gagasan ini ternyata bukan hanya sekadar wacana. Selain melakukan koordinasi dengan sejumlah investor asing untuk menggarap ide tersebut, Bupati Berau juga sudah merencanakan adanya pertemuan khusus dengan Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Gagasan pembangunan PLTA itu juga diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia, yang dilaksanakan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, pada Jumat (14/07/2017) kemarin yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri (Wamen ESDM), Arcandra Tahar.

"Adapun rencana nanti akan ketemu dengan Kementerian ESDM itu sebagai langkah untuk mendapatkan restu dan dukungan dari Kementerian," ungkap Muharram ketika dihubungi beraunews.com, Sabtu (15/07/2017).

 

Tanggapan yang diberikan oleh Wakil Menteri (Wamen ESDM) atas usulan tersebut pun, kata Muharram, cukup bagus. Bahkan, Wamen siap memfasilitasi untuk membicarakan lebih lanjut terkait rencana pembangunan PLTA di Kabupaten Berau tersebut.

BACA JUGA: Ini Ide Gila Pemkab Atasi Krisis Listrik

Dikatakannya, untuk pembangunan PLTA sendiri memerlukan proses yang lumayan panjang, dan harus dilakukan secara bertahap.

"Saat ini kan sudah kita terbitkan ijin lokasi untuk pembangunannya, dan investornya pun sudah siap, cuma membangun PLTA ini memang perlu waktu karena yang lama itu adalah pembebasan dan ijin pinjam pakai lahan. Pembebasan lahan bagi areal yang kena genangan termasuk desa yang akan terdampak atas genangan air nantinya, semuanya kan harus dibebaskan. Sedangkan yang kedua adalah ijin pinjam pakai kalau kena KBK atau hutan lindung dan lainnya. Jadi prosesnya masih perlu waktu," imbuhnya.

"Yang jelas kita memulai action dulu, maka untuk penanggulangan jangka pendeknya kita akan membangun power plant dengan kapasitas 2 x 50 MW dulu, dan ini pun sedang dalam proses perijinan dan sudah dapat ijin prinsip dari Gubernur," tutupnya.(bnc)

Share