Tak Ada Papan Proyek, Pengerjaan Pemecah Gelombang Dipertanyakan

 

TALISAYAN – Pembangunan grip (pemecah ombak) atau break water di Pantai Talisayan, Kampung Talisayan, disoroti oleh masyarakat. Pasalnya, pembangunan yang telah berjalan beberapa hari tersebut, dinilai terlalu tiba-tiba dan tanpa dilengkapi papan proyek pengerjaan. Diketahui, proyek yang kurang disosialisasikan ke masyarakat kampung tersebut, bersumber dari APBD Kalimantan Timur.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Camat Talisayan, David Pamudji. Ia mengatakan, seharusnya pihak kontraktor atau instansi terkait sebelum melakukan kegiatan, setidaknya melakukan sosialisasi lebih dulu kepada pemerintah kampung dan masyarakat setempat. Serta memasang papan proyek pelaksanaan sebagai pemberitahuan jika di sekitar pantai akan dilakukan kegiatan.

"Tindakan seperti ini yang kita sayangkan. Setidaknya, sebelum pelaksanaan pasang dulu papan proyek agar masyarakat tahu kalau di sekitar pantai akan ada pembangunan proyek. Jangan sampai mengundang masyarakat beropini buruk, dan mempertanyakan proyek itu," katanya kepada beraunews.com, Sabtu (08/07/2017).

 

Sebenarnya, kata dia, pemasangan papan proyek bertujuan agar setiap program maupun pembangunan proyek yang dilakukan pemerintah, dapat diketahui masyarakat. Termasuk besar anggaran yang digunakan. Tak hanya itu, dengan adanya papan proyek, secara tidak langsung membuat masyarakat tergerak memiliki andil untuk ikut mengawasi jalannya pengerjaan.

"Adanya papan proyek berarti secara tidak langsung pihak terkait juga sudah melakukan sosialisasi. Apalagi saat ini, masyarakat sudah cerdas dan kritis," terangnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan Pimpro atau penanggung jawab proyek tersebut. Ia mengatakan, dalam waktu dekat pihak pelaksana kegiatan akan segera ke lapangan, dan memasang papan proyek sebagai sosialisasi pembangunan pemecah gelombang.

“Katanya papan proyek sudah ada, dan Senin (10/07/2017) akan dipasang. Kita berharap, setiap pembangunan proyek yang akan dikerjakan setidaknya melakukan sosialisasi lebih dulu, atau paling tidak memasang papan proyek agar tidak menimbulkan kecurigaan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia