Gara-Gara Plafon, Pedagang Banting Harga

 

TELUK BAYUR – Kerusakan di beberapa titik di Pasar Teluk Bayur bukanlah hal baru. Bahkan, hal ini juga sering dikeluhkan para pedagang yang menjajakan barang jualannya di pasar tersebut. Kerusakan seperti plafon yang bocor, sangat besar dampaknya terhadap para pedagang, dan menjadi kendala yang sewaktu-waktu dapat menurunkan harga jual barang dagangannya.

“Terkadang kita harus banting harga, karena adanya lecet di barang yang kita jual. Yang tadinya misal Rp65 ribu jadi Rp30 ribu saja,” ucap salah satu pedagang pakaian, Uli, ketika ditemui beraunews.com, Rabu (14/06/2017).

Pedagang pakaian seperti Uli tersebut yang terkadang sangat merasakan dampaknya, apalagi jika hujan telah datang, dan menetesi pakaian-pakaian yang dijajakan, tentu kualitas barang dagangan tersebut pun menurun.

Diungkapkan Uli juga, jika kerugian secara finansial tidak begitu berdampak bagi dirinya, tetapi jika dalam hal kenyamanan dikatakannya sangat mengganggu proses jual belinya.

“Untuk meminimalisir biasanya saya ataupun pedagang lainnya melakukan penanganan sendiri misalnya memanggil tukang untuk memperbaiki plafon yang bocor, guna mengurangi dampak dari kebocoran tersebut,” tambahnya.

“Harapan kami selaku pedagang, ya agar kerusakan-kerusakan tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah tentunya,” harapnya.

Kepala UPTD Pasar Teluk Bayur, Eka Ahadi Yuliansyah mengatakan, perihal mengenai usulan-usulan perbaikan tersebut sering ia dapatkan dari pedagang.

“Memang banyak pedagang yang telah memberikan usulan-usulan ataupun statement-statement seperti keluhan itu, ya kami terima, dan kami juga telah melakukan pemantauan, jika memang kerusakan tersebut memang benar adanya, biasanya kami mengajukan sebuah permohonan tertulis agar mendapatkan bantuan,” ucapnya.

“Selama ini dari Disperindagkop sendiri sudah sering turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisinya. Harapan kami ya agar supaya segera disigapi, kasihan juga para pedagang yang menerima dampak akan kerusakan tersebut. Dan pesan kami untuk para pedagang agar tetap bersabar dan menunggu waktu perbaikannya saja,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia