Sempat Dikeluhkan karena Berdebu, Kini Mulai Diaspal

 

GUNUNG TABUR – Kondisi jalan berdebu di start bundar Gunung Tabur banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, kondisi tersebut dapat saja menimbulkan dampak bagi kesehatan maupun kerugian secara eksternal. Terkadang, warga sendiri yang turun tangan untuk meminimalisir dampak maupun resiko yang bisa saja ditimbulkan oleh debu maupun bekas galian yang ada.

“Setiap ada kendaraan yang melintas, debu itu bermunculan. Faktor lainnya juga dapat diakibatkan karena kondisi jalanan tersebut belum dilakukan proses pengaspalan. Meskipun sudah dilakukan penyiraman,” ucap warga sekitar, Mahsyur.

“Harapan kami sebagai warga di sekitar sini, semoga kejadian semacam ini tidak berkelanjutan. Juga mudah-mudahan mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah, ataupun dari pihak perusahaan,” sambungnya.

Sementara itu, Ishaq, warga lainnya juga memilik statement yang serupa.

“Benar memang kondisi jalanan itu menimbulkan debu, untuk sementara ini kebanyakan memang gotong-royong dari masyarakat untuk melakukan penyiraman untuk mengurangi debunya, bukan hanya debu tetapi kondisi jalannya pun, banyak terdapat lubang-lubang di sekitar situ,” ucapnya.

Ketua RT 1 Darmili wilayah setempat juga memberikan pendapat yang senada dengan statement-statement warganya.

“Memang di wilayah jalan yang berdebu itu jarang dilakukan penyiraman, tetapi dengan adanya banyak permintaan dari masyarakat, akhirnya penyiraman pun terkadang dilakukan,” jelasnya.

Jika dilihat sekilas, jalanan yang dimaksud memang masih berupa tanah yang penuh dengan batu-batu kerikil ataupun koral, dengan hiasan galian di sekitarnya, tanpa ada aspal yang menyelubunginya. Dengan banyaknya suara-suara warga dan juga perhatian dari para pihak, akhirnya jalanan yang mulanya tadi berdebu, sekarang telah mulai dilakukan proses pengaspalan.

“Proses pengaspalan pun telah dilaksanakan, harapan saya selaku Ketua RT semoga para pihak bekerja sama, supaya bukan hanya jalanan itu saja yang dilakukan perbaikan, semoga jika ada jalanan-jalanan lain yang rusak seperti contohnya berlubang, dapat sesegera mungkin diperbaiki,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia