Konsumsi Listrik Terbanyak, Kalimarau Disokong Genset Esensial

 

TANJUNG REDEB – Tak banyak yang mengetahui bahwa Bandara Kalimarau saat ini paling banyak mengkonsumsi listrik di Kabupaten Berau, daripada fasilitas publik lainnya. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan Bandara Kalimarau harus menggunakan alat-alat penunjang kelistrikan dan navigasi yang tidak boleh kekurangan pasokan listrik. Untuk itu, pihak bandara mendapatkan pasokan listrik dari PLN, yang terbagi menjadi beberapa jalur.

Dikonfirmasi melalui Kepala Jabatan Fungsional Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Budi Sarwanto, menjelaskan, bandar udara Kalimarau telah disuplai listrik dari PLN yang terbagi atas dua jalur, antara lain pasokan utama 1.1 MW dan jalur khusus 450 Kilo Volt Ampere (KVA).

Mengingat dalam prosedur keselamatan lalu lintas udara, bandara adalah salah satu fasilitas publik yang harus terus menerus mendapat pasokan listrik, dengan berbagai macam aspek yang harus dipenuhi, maka kebutuhan listrik memang sangat krusial.

“Kami juga menyiagakan 2 genset berkapasitas 500 KVA plus satu genset berkapasitas 450 KVA. Jadi kalau diakumulasikan, ada tiga genset dengan total 1450 KVA, untuk memback up kalau PLN tidak menyuplai listrik,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (28/04/2017).

Budi juga menjelaskan mekanisme penggunaan genset, sebagaimana yang telah berjalan di lapangan. Penggunaan genset sudah diseting antara lain, 2x500 KVA sebagai penyokong utama listrik bandara. Dan jika kemudian bermasalah, maka ada cadangan 450 KVA. Tetapi jika masih ada masalah juga, genset esensial akan dioperasikan. Jika semuanya belum maksimal, maka solar cell yang menjadi pertolongan.

Tidak hanya itu, bandara juga mendapatkan genset esensial (sewa-red) dari PLN, dengan kapasitas lebih kecil, yakni 400 KVA, bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, guna menjaga kestabilan pelayanan dan keselamatan penerbangan.

“Alhamdulilah ada juga bantuan dari Kementerian ESDM yang menyumbangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Cell, jadi persoalan listrik ini cukup aman,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia