Warga Tagih Janji Gubernur, Kapan ?

 

TANJUNG REDEB – Bertahun-tahun, warga Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung menunggu perbaikan jalan poros Suaran. Beberapa tahun lalu pun janji politik sang gubernur yang disampaikan melalui tim suksesnya, pernah disampaikan kepada masyarakat namun hingga kini belum terealisasi.

Sembilan tahun sudah janji memuluskan jalan ditunggu dan diharapkan akan terealisasi. Perlahan masyarakat mulai lelah menunggu perbaikan jalan yang belum terlihat kapan akan dimulai perbaikannya.

Kepala kampung Suaran, Yusransyah mengatakan, jika warganya masih ingat sekali dengan janji dan sangat mendambakan adanya perbaikan jalan demi kelancaran perekonomian masyarakat.

"Cukup lama masyakarat Kampung Suaran dan 5 kecamatan lain sengsara dengan keadaan ini, kami harap gubernur merealisasikan janjinya," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (10/04/2017).

Badan jalan ini merupakan salah satu akses utama masyarakat. Terlebih untuk perekonomian maupun dari sisi kesehatan masyarakat kampung. Jika jalan ini tak kunjung membaik, maka semuanya jelas akan terhambat.

"Dengan kondisi ini jelas harga bahan pokok menjadi melambung, tak jarang musibah juga menimpa masyarakat saat melintas pada titik jalan yang rusak," ucapnya.

Dijelaskannya, jika pemeliharaan badan jalan pernah dilakukan. Namun itu beberapa tahun lalu. Jarak tempuh saat ini pun juga mulai dirasakan oleh masyarakat yang biasanya tak sampai satu jam perjalanan namun saat ini bisa sampai dua jam untuk menuju Kecamatan Tanjung Redeb.

"Tahun 2010 juga pernah dilakukan. Perawatan oleh pemerintah daerah tapi itu di titik-titik yang dianggap rusak parah, padahal kondisi saat ini semakin parah karena banyaknya truk pengangkut buah kelapa sawit melintas membuat jalan seperti bubur," jelasnya.

Terpisah, Murdi  ketua BPK Suara menyebut jika truk pengangkut kepala sawit menjadi penyebab tlutama kerusakan badan jalan. Pasalnya, beban truk tak sesuai dengan kapasitas jalan yang hanya 8 ton.

"Biasnya truk melintas di malam hari, di situ bisa dilihat berapa kapasitas badan truk tersebut," bebernya.

Ia juga menjelaskan jika warga sudah mendesak untuk perbaikan jalan poros Suaran ini. Jangan sampai ada aksi yang dilakukan oleh masyarakat yang dikhawatirkan akan merugikan pengguna jalan.

"Kalau tahun ini tidak ada tindakan yang dilakukan. lihatlah sendiri apa yang kami lakukan,” tegasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia