Soal Jalan Poros, Kalau Memang Ada Bantuan Pihak Ketiga, Alhamdulillah

 

TANJUNG REDEB – Kerusakan Jalan Poros yang merupakan kewenangan Pemprov, menuju beberapa Kecamatan Pesisir, mendapat tanggapan dari Ketua DRDD Berau, Syarifatul Sya'diah.

Dikatakannya, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan usulan untuk memprioritaskan Jalan Poros tersebut kepada Pemprov pada Musrenbang Provinsi beberapa waktu lalu. Namun, kondisi anggaran Pemprov yang belum stabil menjadi pertimbangan, sebab saat ini diketahui anggaran tahun 2017 untuk Jalan Poros di Berau hanya sekitar Rp3,5 Miliar.

"Kalau untuk perbaikan Jalan Bujangga, Tanjung Redeb, yang menghubungkan ke Kecamatan lain, memang anggarannya sudah ada. Kalau tidak salah sekitar Rp70 Miliar. Sementara untuk Jalan Poros lainnya ini sangat kecil anggarannya, tidak mungkin mencukupi untuk perbaikan seluruh jalan yang rusak. Paling-paling hanya untuk pemeliharaan saja," jelasnya kepada beraunews.com, Kamis (06/04/2017).

Mendengar usulan Pemkab Berau yang akan memanfaatkan bantuan pihak ketiga atau perusahaan batu bara sekitar, untuk mengucurkan anggaran pada perbaikan Jalan Poros, ia mengaku akan mendukung hal tersebut. Dengan demikian, menurutnya keluhan masyarakat atas kerusakan parah di Jalan Poros akan segera teratasi.

"Kalau memang benar demikian, ya Alhamdulillah. Kita sangat senang kalau ada yang mau bantu. Tinggal diatur dan dikoordinasikan dengan instansi terkait, apakah ini bisa disetujui, baik Pemkab maupun Pemprov, maka bisa membantu perbaikan jalan tersebut," ujarnya.

BACA JUGA : Kritik Pemprov, Perusahaan Sawit Diminta Bertanggung Jawab

Ia juga menyampaikan agar perbaikan Jalan Poros juga bisa dilakukan oleh pihak perusahaan yang kerap menggunakan jalan tersebut untuk beroperasi, seperti perusahaan sawit yang kerap melintas di daerah Jalan Poros menuju Kecamatan Pesisir.

"Seperti perusahaan sawit yang sering lewat mengangkut sawit dan CPO, itu kan tiap hari lewat jalanan tersebut. Jadi harus ada kontribusi dalam memperbaiki jalanan yang rusak. Mau lewat mana mereka kalau bukan dari sana, Mana kontribusinya? Itu yang penting, karena selama ini kan mereka juga beroperasi di daerah kita. Paling tidak yang lubangnya sudah dalam itu bisa dibenahi dulu dan layak dilewati," katanya.

Keterbatasan anggaran Pemprov yang hanya berkisar Rp6,2 Triliun, dikatakannya menjadi kendala diperbaikinya Jalan Poros tersebut.

"Kita juga harus memahami situasi anggaran, dan ini kami akan dorong terus pihak perusahaan untuk berkontribusi dalam perbaikan jalan kita," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia