Kritik Pemprov, Perusahaan Sawit Diminta Bertanggung Jawab

TANJUNG REDEB – Persoalan Jalan Poros menuju beberapa Kecamatan pesisir, akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan di dunia maya, khususnya di media sosial Facebook.

Seperti yang baru-baru ini diunggah netizen dengan akun ‘Iman Jagau’ pada Selasa (04/04/2017). Akun tersebut mengunggah lima foto yang memperlihatkan kondisi Jalan Poros menuju Kecamatan Talisayan, dan beberapa kecamatan pesisir lainnya.

Dalam postingan yang kemudian mendapat banyak tanggapan dan dibagikan oleh netizen lain tersebut, meminta kepada Pemprov untuk memperhatikan kondisi Jalan Poros tersebut.

“Pak Awang Faroek (Gubernur Kaltim : Awang Faroek Ishak). Warga Berau tuntut janji bapak saat berkampanye. Janji bapak ingin memuluskan Jalan Poros menuju Kecamatan Talisayan. Sekarang 5 Kecamatan di Pesisir Selatan Berau itu terancam terisolasi pak,” tulisnya.

Tidak kurang dari dua jam, postingan tersebut mendapat banyak reaksi dari netizen lain.

“Sudah dilupakan janjinya bah,” komentar akun Syarif Rahim.

Komentar lain juga dilayangkan oleh akun Ruslan Duhan. Dalam komentarnya ia menyebutkan agar masyarakat Berau harus lebih selektif dalam memilih pemimpin di masa depan.

“Ya. Kita harus selektif dalam memilih calon pemimpin terutama Gubernur. Karena kebijakan Gubernur paling banyak berpengaruh ke daerah tingkat II. Kebijakan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam dipegang Provinsi. Sekali pilihlah pemimpin yang pro kepada rakyat,” tulisnya.

“Sebelum adanya sawit dan angkutan yang melebihi tonase jalan, jalan Berau-Talisayan mulus. Sekarang ramai angkutan sawit yang melebihi tonase jalan. Jalannya sudah tidak mulus lagi. Jadi mungkin yang perlu ditertibkan angkutan muatan sawit yang melebihi tonase jalan. Karena percuma jalan tiap tahun diperbaiki. Mulus. Tetap saja rusak kalau truk-truk sawit tetap melintas dan melebihi kapasitas angkut. Dan sekiranya perlu juga Pemerintah mendirikan rumah timbangan bagi truk angkutan yang melebihi tonase jalan,” tulisnya.

Netizen lainnya juga melayangkan komentar bernada kritikan kepada Pemprov dan perusahan sawit yang beroperasi melalui Jalan Poros tersebut.

“Ya. Harusnya jalan ini diperhatikan oleh Pemerintah. Kasihan masyarakat membuat terhambat perjalanan. Perusahan sawit juga harus bertanggung jawab. Karena CPO dan truk pengangkut sawit lewat situ terus,“ tulis akun Eddy Cipto.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia