Netizen : Jangan Salah Target!!!

 

TANJUNG REDEB – Niatan Pemkab Berau untuk memperbaiki Jalan Poros menuju Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, melalui bantuan pihak ketiga alias perusahaan tambang batu bara, menuai berbagai tanggapan dari netizen.

Banyak yang menilai langkah yang diambil Pemkab tersebut sudah tepat untuk mengurangi kekhawatiran terhadap jalanan yang dianggap dapat membahayakan pengendara, dan menghambat aktivitas ke beberapa Kecamatan lain.

Seperti yang dituliskan akun media sosial Facebook milik Eva Twitt Twitt, yang berharap perbaikan atas Jalan Poros tersebut segera direalisasikan.

“Semoga ya. Kalau bisa agak jauh-jauh sedikit sampai ke Lempake lah. Lumayan lubang-lubangnya bisa bikin orang keguguran pas lagi hamil pergi ke sana. Jalanannya tidak ada yang bisa dipilih, kiri kanan dan tengah parah semua,” tulisnya di kolom komentar berita beraunews.com, Selasa (04/04/2017).

Tidak hanya itu, komentar lain dari netizen atas wacana tersebut juga dilayangkan oleh akun milik Akmal S Mal. “Mimpi promosi pariwisata ke luar negeri, jalan menuju wisata tidak beres. Jangankan orang luar negeri, orang dalam negeri saja mikir-mikir. Untuk Jalan Suaran lubangnya sudah luar biasa, Pak Bupati telpon saja perusahaan sekitar yang telah keruk kekayaan Berau untuk timbun sementara,” tulisnya dengan bahasa kritikan.

Namun, ada juga netizen yang kurang sepakat dengan wacana melibatkan pihak ketiga dalam perbaikan Jalan Poros Suaran. Seperti yang ditulis akun Herman Daeng Materu, yang menyebutkan perbaikan Jalan Poros merupakan kewajiban dari Pemprov.

“Idealnya itu Pemerintah menyiapkan infrastruktur memadai supaya para pemodal mau berinvestasi di tempatnya. Tapi kita di Berau ini hebat orang yang sedang berinvestasi malah disuruh bikin infrastruktur yang jelas-jelas itu kewajiban Pemerintah. Jadinya apa? Para investor akan menganggap dan memasukkan itu dalam anggaran CSR mereka. Yang harusnya dana CSR itu punya tujuan lain yang lebih penting untuk masyarakat,” tulisnya.

BACA JUGA : Jalan Poros Suaran Akan Diperbaiki Melalui Bantuan Perusahaan

Sementara netizen lain ada juga yang beranggapan perbaikan Jalan Poros dengan bantuan pihak ketiga tidak masalah, namun pengawasan akan lebih baik dari sekadar perbaikan, asalkan yang melakukannya ialah perusahaan yang kerap menggunakan jalan tersebut untuk beroperasi.

 

“Yang buat hancur itu, truk-truk yang muat kayu kertas sama sawit yang kelebihan muatan. Sama seperti Jalan Poros Berau-Bulungan, truk-truk sawit merajalela. Coba ditingkatkan pengawasan daripada perbaikan,” tulis akun Yuss Lee menimpali.

Netizen pemilik akun Beny Shutri juga menuliskan hal serupa dengan nada memperingatkan Pemkab untuk tidak salah sasaran dalam memilih bantuan oleh pihak ketiga.

“Kalau daerah Suaran atau Kelay, sawit merajalela. Kalau seputaran situ perusahaan tambang mungkin bis-bisnya, karena haulingnya tidak lewat jalan raya negara, tapi sawit semua jalan negara dipakai. Jadi jangan sampai salah target,” tulisnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia