Postingan Netizen Ini Kritisi Pemerintah

 

TANJUNG REDEB – Sebuah postingan di akun media sosial Facebook milik netizen bernama Herman Daeng Materu, bisa dikatakan cukup mengkritisi keberadaan Pemerintah saat ini.

Dalam postingan yang menyertakan penggalan kalimat dan sebuah foto bergambar seorang pria memegang cangkul di Jalan Poros menuju Kampung Suaran, netizen tersebut secara tidak langsung mengkritik Pemerintah Daerah yang seolah tutup mata dengan keberadaan jalanan yang kurang layak, dan berpotensi membahayakan pengendara tersebut.

“Pak Tua ini hanya punya modal cangkul, gerobak dan semangat, tapi mampu meminimalkan satu potensi bahaya bagi kami para pengguna jalan. Bagaimana dengan pemerintah kita ??? Saya yakin modalnya bukan hanya cangkul dan gerobak saja kan. Pasti juga ada oto falelunya kan. Poros tanjung-suaran,” tulisnya pada Sabtu (01/04/2017).

Tidak tinggal diam, netizen lain yang melihat postingan tersebut kemudian satu per satu melontarkan tanggapannya pada kolom komentar. Seperti komentar yang dituliskan netizen bernama Malik Winardi, sesaat setelah postingan tersebut diluncurkan di dunia maya.

“Mana perusahaan batu bara yang di sekitar situ?” Tulisnya sebagai komentar pertama pada postingan tersebut.

Tak butuh waktu lama, komentar lain pun berdatangan. “Tunggu ada korban baru mau bergerak,” begitu yang dituliskan netizen dengan akun bernama Muhammad Nazamuddien, yang kemudian kembali ditimpali dengan beberapa komentar dari netizen pengguna Facebook lainnya.

Dalam postingannya, Herman Daeng Materu, juga membalas beberapa komentar dengan kalimat yang tidak kalah mengkritisi.

“Mudah-mudahan bukan defisit inovasi, kemauan dan empati,” tulisnya untuk menjawab komentar dari akun milik Awink Barrau yang menyebutkan Pemerintah sedang defisit anggaran.

“Tiga hari aku lewat situ, tiga hari juga aku lihat bapak tua itu gae (sapaan akrab orang Banua). Awalnya sempat berpikir negatif juga aku. Biasanya kalau ada yang suka bikin jalan ada juga embernya ikut. Pas hari ketiga penasaran aku kenapa embernya ndak ada ini makanya, berdosa rasanya aku ndak turun menyapa beliau. Bapak tua itu dibanding Pemerintah jauh lebih defisit gae. Tapi aku sadar bapak tua itu ndak defisit empati,” tulisnya lagi menjawab beberapa komentar lain yang masuk pada kolom komentar postingannya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia