Waah, Lubang HARM Ayoeb Tumbuh Pisang

 

TANJUNG REDEB – Akibat kondisi ruas jalan HARM Ayoeb yang rusak namun tak kunjung mendapat perbaikan, memaksa warga setempat berbuat nekat dengan menanam pohon pisang di badan jalan yang berlubang. Hal ini merupakan puncak kekesalan warga.

Jhodi, warga Jalan HARM Ayoeb, mengatakan, pohon pisang itu sudah ditanam sejak malam hari oleh warga, lantaran kesal dengan kondisi ruas jalan yang rusak dan mengancam pengendara. Ia mengaku, selain ungkapan kekesalan, penanaman pohon tersebut juga sebagai tanda jika titik tersebut berlubang, sehingga pengendara dapat lebih berhati-hati.

"Tak jarang lubang-lubang ini ditimbun warga sendiri menggunakan batu kerikil karena berbahaya bagi pengendara. Sudah banyak yang terjatuh di lubang jalan itu, apalagi pada saat hujan seperti ini, lubang tidak terlihat karena tertutup genangan air," ujarnya kepada beraunews.com, Kamis (24/02/2017)

Sebelum seperti ini, ruas jalan tersebut telah dilakukan perbaikan dengan aspal tambal-sulam. Namun, upaya perbaikan tidak membuat masyarakat setempat puas. Padahal, menurut warga, perbaikan jalan dengan sistem tambal-sulam sudah sering dilakukan bahkan hampir tiap tahun dilaksanakan. Tetapi, usia perbaikan tidak pernah panjang, karena jalan yang telah ditambal sangat cepat kembali berlubang.

"Sampai kapan jalan ini terus begini, seharusnya cepat dilakukan perbaikan, agar tidak ada lagi yang terjatuh walaupun yang jatuh hanya mengalami luka kecil, tetapi tetap saja berbahaya," ungkapnya dengan nada kesal.

Puncaknya, ketika musim penghujan seperti saat ini, kerusakan jalan akan semakin bertambah parah, terlebih banyak kendaraan besar yang melintas dengan kapasitas melebihi ketentuan, itu juga menjadi salah satu penyebabnya.

Jhodi dan warga lainnya berharap agar kondisi ini dapat menjadi perhatian dari instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan di sepanjang Jalan HARM Ayoeb.

"Apalagi jalan ini sering dilalui orang-orang menuju ke pasar, ya kami berharap segera dilakukan perbaikan," tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia