Pengusaha Lokal Pemenang Lelang Terbesar, Kadin Pertanyakan Kevalidan Data

 

TANJUNG REDEB – Selain mengungkapkan uneg-uneg terkait transparansi proses lelang, beberapa poin lain yang diutarakan oleh Asosiasi Jasa Konstruksi (AJK) Berau saat menemui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Berau, baru-baru ini, yakni diantaranya hasil proses lelang tahun 2016 yang menyatakan Berau sebagai pemenang, dengan jumlah mencapai 71,7 persen.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai fasilitator dalam pertemuan ini juga mempertanyakan kevalidan data yang dipaparkan oleh pihak LPSE. Hal ini lantaran jumlah yang tertera cukup besar, sedangkan kerincian data belum dijelaskan secara gamblang.

“Apakah jumlah ini dihitung dari kuantitas jumlah lelang yang didapat, ataukah dari kualitas lelangnya sendiri, apakah proyek kecil atau besar? Itu yang AJK dan kita pertanyakan,” ungkap Rayendra Hermawan, Plt Ketua Kadin Berau kepada beraunews.com, Kamis (23/02/2017).

BACA JUGA : Kadin Fasilitasi Pertemuan AJK Berau dengan LPSE

Sedangkan dari pihak LPSE Berau sendiri juga menyadari tentang hal ini. Diakui, jika data yang mereka peroleh ini memang tidak dijelaskan secara rinci, baik dari segi kualitas maupun kuantitas proyek lelangnya.

“Data yang kami dapatkan ini hanya jumlah lelang proyek yang dimenangkan oleh pihak kontraktor Berau dari seluruh jasa kontraktor di Indonesia. Sedangkan untuk keterangan lengkapnya memang tidak ada,” terang Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setkab Berau, Andi Marewangeng, menanggapi permasalahan ini.

“Untuk keterangan kontraktor yang daftar dan menang berdasarkan alamat perusahaan tidak ada, belum dimasukkan. Apalagi kualitas proyeknya, apakah besar atau kecil juga belum diketahui. Untuk itu kami dari LPSE akan mendalami terlebih dahulu hasil ini,” lanjutnya.

Ya, untuk menentukan kualitas dan kuantitas sebenarnya dari hasil lelang proyek di tahun 2016 ini, LPSE akan mengambil datanya, membedahnya, barulah kemudian diberikan penjelasan secara terperinci.

“Kita tunggu saja, bagaimana hasil dari pembedahan hasil lelang tahun lalu itu. Karena nantinya ini juga bisa menjadi patokan untuk proses lelang proyek selanjutnya, agar menghindari yang namanya kurang keterbukaan dalam penyampaian hasil pemenang lelang bagi AJK Berau khususnya,” pungkas Rayendra.(bnc)