2017, PT IPB Pastikan Tambah Mesin Pembangkit Listrik

 

TANJUNG REDEB – Tambahan 1 unit mesin pembangkit berkekuatan 1 x 7 Megawatt (Mw) sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu oleh PT Indo Pusaka Berau (IPB). Rencana itu guna menambah daya yang saat ini mencapai 3 x 7 Mw, sehingga diperkirakan pada tahun 2017 mendatang, Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati bisa menghasilkan daya listrik sebesar 28 Mw.

“Kalau untuk persiapan itu (penambahan 1 unit pembangkit-red) kita perkirakan sudah sekitar 20 persen. Beberapa waktu lalu, kami juga sudah melakukan pertemuan dengan kontraktor dan beberapa pihak terkait untuk membahas masalah ini,” ungkap Direktur Utama PT IPB, Najamuddin saat berbincang dengan beraunews.com, Senin (20/6/2016).

Sambil menunggu mesin datang dan dioperasikan, beberapa persiapan sudah dilakukan oleh kontraktor, seperti melakukan pengecekan kelayakan tanah yang akan menjadi pondasi mesin nantinya. Selain itu, dipastikannya, untuk proyek ini bisa diselesaikan dan dirampungkan oleh kontraktor sesuai target, yakni di tahun 2017 mendatang.

“Beberapa persiapan sudah kita lakukan seperti mengambil sampel tanah untuk memastikan apakan kontur tanahnya sesuai. Kalaupun lokasi tersebut tidak layak, maka akan kita pasang di area lain nantinya. Sekali lagi, sudah 20 persen persiapan ini, dan kita yakin proyek ini bisa rampung sesuai target kita di tahun 2017 mendatang,” tegasnya.

Untuk mesin pembangkit tersebut, Najamuddin mengaku sudah melakukan pemesanan dan telah membayar uang muka sekitar Rp14 Miliar. Namun untuk total keseluruhan, ia sendiri belum bisa memastikannya.

“Nah, kalau untuk nilai pastinya saya belum tahu, tapi setahu saya kita sudah bayar uang muka sekitar Rp14 Miliar,” bebernya.

Dilihat dari pembangkit listrik yang ada, 3 x 7 Mw saat ini, pihak PT IPB menjual tenaga listrik kepada PT PLN (Persero) Area Berau. Selain itu, saat ini kita ketahui kalau PLN sendiri juga sedang membangun PLTU di Teluk Bayur dengan kapasitas 2 x 7 Mw.

“Ya memang kalau saat ini yang 21 Mw itu kita jual ke PT PLN dan yang 1 x 7 itu sendiri kita rencanakan akan dijual ke PT Berau Coal sebagai alternatif jika PLTU Teluk Bayur beroperasi dan PLN tidak membeli dari kita,” pungkasnya.(dws)