Pemeliharaan Jalan BPS, Usulan Pokok Pemkab Dalam Reses DPRD Kaltim

 

TANJUNG REDEB – Dalam pertemuan antara Pemkab Berau dengan anggota DPRD Kaltim, Sabtu (18/02/2017) malam, Bupati Berau Muharram menyerahkan beberapa usulan terkait rencana pembangunan yang diusulkan menggunakan APBD Kaltim. Kegiatan yang juga dalam rangka reses anggota DPRD Kaltim ini digelar di rumah jabatan Bupati Berau, Jalan Cendana.

Terlihat hadir Asisten I, II dan III Setkab Berau, perwakilan SKPD di lingkup Pemkab Berau dan lainnya. Dari anggota DPRD Kaltim yaitu, anggota Komisi I yang juga Ketua Fraksi PKS, Zainal Haq, anggota Komis II Artya Fathra Marthin, dan anggota Komisi III Gamalis.

Dalam sambutannya, Muharram menekankan, keluhan pemerintah daerah maupun masyarakat Berau, khususnya yang berada di Berau Pesisir Selatan (BPS) ialah terkait kondisi jalan dari Kecamatan Sambaliung menuju Kecamatan Talisayan yang telah mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Dimana, jalan tersebut merupakan jalan provinsi, sehingga kewenangan pembangunan maupun pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim.

“Jadi, harapan saya Pak Zainal dan kawan-kawan, bagaimana supaya ini ditangani dulu. Apakah sementara ada pemeliharaan? Syukur-syukur kalau memang bisa permanen,” ujarnya.

Diharapkan Muharram, ke depannya, alangkah baiknya jika pembangunan jalan, khususnya jalan-jalan di daerah yang memiliki perkebunan dan pabrik kelapa sawit supaya tidak lagi dibangun dengan aspal. Melainkan, jika menggunakan cor beton sehingga bisa permanen dalam jangka waktu panjang.

“Karena kalau bukan cor beton atau menggunakan aspal, paling 2 sampai 3 tahun sudah tidak layak lagi. Tapi, kalau menggunakan cor beton sebagaimana yang selama ini dibangun, saya kira itu menjadi solusi buat jalan yang memang (dilewati truk-truk pengangkut kelapa sawit-red),” bebernya.

Jika pihaknya melakukan pelarangan terhadap truk-truk yang menggunakan jalan umum dengan kapasitas melebihi tonase jalan, lanjut Muharram, juga akan menjadi polemik dan dilema tersendiri bagi Pemkab Berau. Pasalnya, truk-truk itu bukan merupakan milik perusahaan, melainkan milik masyarakat atau koperasi yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

“Sehingga, kasihan juga kalau kita melarang melewati jalan itu. Sementara, itu adalah punyanya masyarakat,” lanjutnya.

Oleh karenanya, saran Muharram, ketika berpikir pembangunan jalan yang bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu panjang, sebaiknya Pemprov Kaltim membangun jalan dengan cor beton. Tapi, untuk pemeliharaan jalan antar Kecamatan Sambaliung sampai Kecamatan Talisayan memang telah sangat dinantikan pemerintah daerah dan masyarakat Berau.

Bahkan, saran itu juga telah dikomunikasikan langsung Muharram kepada Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Berau, khususnya di wilayah BPS beberapa waktu lalu. Dengan pembangunan jalan menggunakan cor beton, diyakininya, paling tidak antar 10 hingga 20 tahun mendatang, baru akan dilakukan kembali perbaikan-perbaikan jalan yang juga dilewati Gubernur Kaltim tersebut.

“Harapan kita demikian, sehingga tidak selamanya tambal sulam. Belum selesai ujungnya, sudah harus ada lagi pemeliharaan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia