Waduh, Toilet Bandara Banyak yang Rusak

 

TANJUNG REDEB – Mendapat predikat sebagai Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) terbaik berturut-turut sejak 2015, membuat UPBU Kalimarau terus berbenah. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan fasilitas publik di bandar udara yang sempat mendapatkan pujian dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di tahun 2015 ini, kondisinya justru semakin menurun. Dibuktikan dengan adanya keluhan sejumlah penumpang yang dibuat kesal terhadap fasilitas toilet yang rusak hingga tak dapat difungsikan.

Seperti yang diutarakan Hamid, calon penumpang yang berada di ruang tunggu keberangkatan yang sempat ditemui beraunews.com, mengaku sempat dibuat geram lantaran toilet yang berada dekat ruang keberangkatan rusak. Akibatnya, ketika banyak penumpang lain akan memanfaatkan toilet tersebut, harus antre. Hal ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan penumpang.

“Di dalam situ toiletnya ada empat, dari empat toilet 3 diantaraya rusak. Ini sudah beberapa minggu, tapi herannya kok tidak diperbaiki? Harusnya kan pihak pengelola ini peka dan tanggap,” ungkapnya dengan nada kesal, Minggu (19/02/2017).

Hal serupa juga diungkapkan Imam, yang baru saja mendarat di bandar udara Kalimarau. Ia mengaku sempat menunggu beberapa menit saat hendak menggunakan toilet di ruang kedatangan, lantaran harus mengantre dengan penumpang lainnya.

“Bandaranya bagus sih, tapi toiletnya kok begini malah dibiarin? Saya lihat dari tiga toilet di ruang kedatangan ini, 2 diantaranya rusak. Mungkin saking kesalnya, ada sejumlah penumpang yang mencoret-coret di kertas pemberitahuan dengan bolpoin,” ujarnya.

 

Tercatat, dari seluruh toilet yang ada, baik di ruang check in, keberangkatan hingga kedatangan, jumlah toilet yang rusak mencapai 10 unit. Bukan hanya toilet umum saja, dinding pintu toilet bagi kaum difabel juga rusak dan nyaris copot akibat terkelupas, padahal keberadaan toilet ini cukup jarang difungsikan, namun anehnya kondisinya tak terawat.

Sementara itu, Kepala UPBU Kalimarau, Bambang Hartato yang dimintai konfirmasi terkait masalah ini, mengakui jika kondisi toilet di lantai 2 memang bermasalah.

“Kondisinya sama baik di lantai 2 maupun toilet di kedatangan. Tapi dari tim dan tukang bangunan sudah melakukan analisa kerusakannya. Tak hanya pintu, kami lakukan analisa menyeluruh, dan untuk di kloset tidak ada masalah, sedangkan di saluran pembuangan agak lama analisanya karena masih harus mempelajari sistem bahkan sampai harus membobol keramik. Jadi intinya bukan pembiaran rusak, tapi harus bertahap menganalisa kerusakannya, sehingga perbaikannya bisa sekaligus,” jelasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia