Penerbangan Komersil di Bandara Maratua Masih Menunggu Peresmian

 

TANJUNG REDEB – Rombongan Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim, Rita Widyasari secara perdana telah mendarat di Bandara Maratua, Kecamatan Maratua dengan menggunakan maskapai penerbangan komersil Lion Air yakni pesawat tipe ATR 72-500/600 dengan kapasitas penumpang 68 orang pada Sabtu (11/02/2017) kemarin. Padahal, selama ini Bandara Maratua hanya didarati pesawat kecil saja. Seperti, pesawat tipe ATR 42 milik maskapai Susi Air, sejenis Kalstar yang berkapasitas penumpang 40 orang. Artinya, sudah tidak ada masalah apapun lagi untuk operasional bandara tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Abdurrahman Ullang membenarkan akan adanya perdaratan perdana oleh pesawat tipe ATR 72-500/600 milik maskapai penerbangan Lion Air tersebut. Namun, secara umum, Bandara Maratua memang belum diresmikan untuk melayani penerbangan komersil.

“Tapi, untuk pendaratan-pendaratan khusus, boleh. Silahkan saja! Yang Penting mereka tahu titik koordinatnya, silahkan saja mendarat. Hanya, petugas kita belum ada di sana,” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com via telepon seluler, Senin (13/02/2017) siang.

Dikatakan Abdurrahman, pendaratan perdana untuk pesawat berkapasitas penumpang besar di Bandara Maratua itu, dikarenakan adanya kunjungan khusus Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim, Rita Widyasari beserta rombongannya pasca melaksanakan Rapimda dan Rapimdasus di Kabupaten Berau, Jumat (10/02/2017) lalu.

“Mereka kemarin meninjau Pulau Maratua sekaligus juga melihat kondisi lapangan landasan kita. Dan, Alhamdulillah, tanggapannya cukup bagus. Artinya, bandara ini terbaiklah, cukup bagus begitu,” katanya.

Hanya saja, lanjut Abdurrahman, pihaknya memang belum meresmikan bandara di pulau terluar Kabupaten Berau itu karena masih menunggu jadwal dari Sekretariat Kepresidenan RI Joko Widodo (Jokowi). Sementara, dari Kementerian Perhubungan sendiri, mereka telah menyurati ke Sekretariat Kepresidenan terkait kepastian jadwal peresmian tersebut.

“Di bulan Februari ini seharusnya dalam usulan mereka, tapi belum bisa dilaksanakan karena belum ada pembahasan dari istana negara,” lanjutnya.

BACA JUGA : Bandara Maratua Sudah Bisa Didarati Pesawat Berpenumpang 68 Orang

Terkait tipe-tipe pesawat yang bisa mendarat di Bandara Maratua? Setelah adanya perpanjangan landasan pacu hingga 1.600 meter dan sebagainya. Ditanyakan begitu, Abdurrahman menjelaskan, secara umum, pesawat tipe ATR 72 dan sejenisnya memang telah bisa mendarat di Bandara Maratua.

“Garuda bisa, Kalstar bisa. Yang ATR 72-lah, itukan panjang landasannya baru 1.600 meter. Jadi tergantung pilot pesawatnya saja, kalau berani turun pasti bisa,” jelasnya.

Terkait 3 maskapai penerbangan yakni Kalstar Aviation, Garuda Indonesia dan Susi Air, yang telah menyatakan minatnya untuk menambah rute penerbangan dengan tujuan Bandara Maratua dan sebaliknya? Sejauh ini seperti apa tindaklanjutnya? Ditanya hal itu, disampaikan Abdurrahman, usulan penambahan rute penerbangan yang akan dihubungkan dengan dua bandar udara, yakni Bandara Kalimarau Berau dan Bandara Juwata Kota Tarakan telah diusulkan ke Kementerian Perhubungan.

Dengan rute penerbangan awal, yaitu Tanjung Redeb-Maratua dan Tarakan-Maratua, begitupun sebaliknya. Namun, itu semua masih menunggu izin operasional dan sebagainya yang akan dikeluarkan dari Kementerian Perhubungan dan hingga saat ini belum keluar.

“Ini masih diurus oleh otoritas pengelola Bandara Udara Kalimarau karena pengelolaannya sudah kita serahkan ke mereka. Sebetulnya, mereka sudah bisa mendarat. Kalau ada sifat-sifatnya urgent (penting) atau apa yang excidential (kecelakaan) sifatnya, silahkan saja. Dan, itu juga artinya kita bisa tahu bagaimana kekuatan bandara itu, bagaimana posisinya? Artinya, uji coba lah, silahkan saja,” bebernya.

Apakah sudah memungkinkan terbuka untuk penerbangan komersial, meskipun belum diresmikan secara seremonial oleh Presiden RI Jokowi dan telah ada maskapai penerbangan yang mengantongi izin operasional dan sebagainya dari Kementerian Perhubungan? Ditanya kembali terkait itu, dikatakan Abdurrahman, hal itu belum bisa dilakukan. Mengingat, hingga saat ini saja pihaknya masih menunggu izin operasional dan sebagainya tersebut.

“Masih menunggu peresmian, sekaligus izin operasional dulu karena masih diusulkan juga. Tapi, kalau mereka mau mendarat, tidak apa-apa. Tapi, kalau mau membuka penerbangan komersil, belum bisa. Dan juga, masih ada beberapa kekurangan yang perlu dilengkapi lagi saat ini,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia