Aspal Jembatan Rusak, Masyarakat Salahkan Kendaraan Sawit

 

BIATAN – Kerusakan aspal yang berada di atas jembatan Kampung Biatan Lempake Kecamatan Biatan mendapat sorotan masyarakat setempat. Pasalnnya, kerusakan tersebut selain berpotensi menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan, kondisi itu juga dikhawatirkan dapat berpengaruh pada kerusakan jembatan itu sendiri.

Sejumlah masyarakat yang berada di kampung itu mengatakan, kerusakan aspal yang ada di atas permukaan jembatan tersebut sudah cukup lama terjadi. Namun, tak pernah dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

Seperti yang dikatakan Ahmad, warga Kampung Lempake, menurutnya, kerusakan aspal yang ada di Jembatan tersebut sudah layak untuk dilakukan perbaikan.

“Itukan sudah lama rusak. Jika tidak diperbaiki, kita khawatir aspal yang ada di atas jembatan tersebut akan rusak semua,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (03/03/2017).

BACA JUGA : Tambang dan Sawit Gunakan Jalan Umum, Ini Sanksinya

Apalagi lanjut dia, setiap harinya jembatan tersebut ramai aktivitas kendaraan. Terlebih, disekitar jembatan tersebut juga ramai aktivitas anak sekolah.

“Itu kan juga dekat dengan sekolah, khawatirnya terjadi kecelakaan. Apalagi, sudah banyak kecelakaan yang telah terjadi diakibatkan permukaan jalan yang rusak. Kita tidak ingin hal itu terjadi di sini, ” bebernya.

Sementara itu, Andi, warga lainnya mengungkapkan senada. Ia mengatakan, kerusakan permukaan jembatan tersebut diakibatkan oleh beban kendaraan yang melampaui kemampuan jembatan. Salah satu penyebab kerusakan jalan tersebut menurutnya, disebabkan oleh kendaraan pengakut sawit, dan CPO yang kerap lalu lalang melalui jembatan tersebut.

Tidak itu saja, selain jembatan, akses jalan dari Kecamatan Biatan menuju Kecamatan Talisayan, disampaikannya, juga terlihat babak belur akibat beban kendaraan yang tidak sesuai.

BACA JUGA : Perusahaan Sawit Gunakan Jalan Umum, Jelas Pelanggaran Perda

“Wajar saja cepat rusak, karena kemampuan jalan hanya lima ton, sementara kendaraan sawit bisa sampai 10 ton. Dan ini sudah terjadi sangat lama. Jika saja kendaraan-kendaraan itu menyesuaikan muatan dengan beban jalan, tentu kerusakan fasilitas umum tidak separah ini,” tuturnya.

Ia berharap, dengan banyaknya kerusakan fasilitas umum, khususnya jalan dan jembatan dapat segera ditanggulangi oleh pemerintah. Sebab, jika akses jalan banyak rusak akan bersampak pada kelancaran aktivitas masyarakat.

BACA JUGA : Soal Tambang dan Sawit Gunakan Jalan Umum, Ketua DPRD : Sosialisasi Perda “Kosong”

“Sekarang saja jalan yang rusak dan jembatan sudah banyak menyusahkan kita sebagai masyarakat. Kita berharap, ini dapat ditanggulangi lah. Paling tidak beban kendaraan pengangkut sawit maupun CPO yang melintas dapat menyesuaikan angkutannya dengan kelas jalan," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia