Ada Mini Tower, Berau Bakal Bebas Blank Spot?

 

TANJUNG REDEB – Permasalahan hilang sinyal (blank spot) yang sering terjadi di Kabupaten Berau sepertinya akan tuntas. Pasalnya, mini tower penguat sinyal direncanakan akan dibangun, guna mengatasi masalah tersebut.

Mitratel, selaku supplier (penyedia-red) yang akan membangun mini tower itu, memberikan paparannya dengan jelas. Mini tower yang nantinya dibangun di beberapa titik di Berau, sedianya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tak hanya sekadar penguat sinyal 3G dan 4G, melainkan bisa dimanfaatkan untuk yang lainnya.

Tower yang dibangun berkamuflase layaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) ini, ternyata bisa dipergunakan untuk hal lainnya, misalnya untuk mini billboard (iklan mini-red), CCTV sebagai pemantau arus lalu lintas, lampu jalan (solar cell), dan wifi.

“Yang pasti mini tower yang ada nantinya menjadi hak milik Pemkab, jadi terserah Pemkab mau dipakai apa selain penguat sinyal. Sedangkan Mitratel hanya sebagai pengelola,” tutur supervisor Mitratel yang enggan disebut namanya, ketika ditemui beraunews.com di salah satu hotel kawasan Jalan SA Maulana, Senin (30/01/2017).

Sedangkan untuk lokasi pembangunan mini tower, itupun disewa, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di Kabupaten Berau.

“Kita (Mitratel-red) yang menyewa lahannya, dan besarnya biaya sewa disesuaikan dengan Perda Berau, yang akan diperbaharui setiap 5 tahun ketika kontrak sewanya habis,” lanjutnya.

Untuk keberadaan mini tower nantinya, belum ada letak pasti terkait hal itu. Pasalnya, sebelum menentukan posisi mini tower, perlu dilakukan survei penentuan titik, dimana hal ini dilakukan dengan kerjasama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau.

Ada 50 titik yang menjadi target pemasangan mini tower nantinya, tapi dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal akan ada 20 titik pembangunan mini tower di dalam area Tanjung Redeb di 4 kecamatan yakni, Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur. Dan untuk tahap kedua, 30 tower sisanya akan disebar terkhusus daerah yang menjadi destinasi (tujuan-red) wisata di Berau.

Terkait keberadaan mini tower ini juga tak lepas dari dukungan dan giringan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Berau, yang juga ingin menjadikan Kabupaten Berau sebagai Smart City (Kota pintar-red).

“Kita mendukung sejak awal adanya ide ini, karena keberadaan mini tower itu juga untuk menunjang program Smart City Bupati Berau,” ungkap Ketua KNPI Berau, Sakirman.(bnc)