Kerusakan PLTMH Kampung Tembudan Jadi Perhatian Pemkab Berau

TANJUNG REDEB – Rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih menjadi perhatian Pemkab Berau melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben). Namun, guna mengoperasikan kembali pembangkit tersebut, perlu adanya perbaikan pada salah satu komponen mesin yang rusak, yakni laher (bearing).

“Kita terus memantau dan berkoordinasi terkait kerusakan (PLTMH) itu. Persoalannya di barang, jadi yang rusak itu lahernya. Ya, itu sudah dipesankan di Surabaya, mungkin perjalanannya kesini yang makan waktu. Selain itu, memang tidak tersedianya suku cadang seperti laher tersebut disini,” ujar Kadistamben Berau, Mappasikra Mappaseleng saat dihubungi beraunews.com, Jum’at (17/6/2016), beberapa menit lalu.

Ditambahkan Sikra (sapaan akrab Kadistamben), dalam waktu dekat ini, pihaknya akan kembali meninjau kondisi pembangkit itu. Dirinya menilai permasalahan kerusakan pada salah satu komponen mesin itu bukan merupakan permasalahan yang krusial. Permasalahan utama itu, apabila volume atau debit air sungai yang berguna menggerakkan motor penggerak berkurang.

“Sabtu depan, kami akan kembali meninjau kesana. Kalau permasalahan teknis terkait kerusakan itu, kalau saya tidak terlalu risau, yang jadi risau kalau debit airnya berkurang akibat keberadaan perkebunan kelapa sawit di hulu sungai, yang airnya dijadikan penggerak pembangkit tersebut,” tambahnya.

Apakah berkurangnya volume air juga berakibat pada kerusakan salah satu komponen pembangkit itu, menurut Sikra, kondisi ini memang lebih disebabkan kondisi mesin yang sudah tua. Pihaknya memperkirakan dalam waktu dekat, perbaikan pada komponen pembangkit yang rusak akan segera dilakukan.

“Kalau kerusakan itu, bukan karena debitnya berkurang tapi memang sudah termasuk mesin tua. Dan dalam beberapa hari kedepan, saya kira juga suku cadang yang dipesan itu sudah ada di Berau,” pungkasnya.(sai)