PLTMH Rusak, Warga Tembudan Gelap-Gelapan

BATU PUTIH – Masyarakat Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, keluhkan jaringan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di RT 1 kampung tersebut. Pasalnya, sudah lebih dari sebulan belakangan ini pembangkit listrik itu tak kunjung beroperasi.

Yuni warga setempat mengatakan, sudah cukup lama pembangkit listrik tersebut tak kunjung menyala, padahal sebagian masyarakat tembudan sangat membutuhkan listrik khususnya pada malam hari.

"Kalau malam hanya pakai lampu pelita saja," ujarnya, Jumat (17/6/2016).

Ia mengakui, meskipun sejak dulu telah menggunakan lampu pelita, keberadaan PLTMH sangat penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat di malam hari. Disamping itu, ia juga merasa khawatir terjadi hal yang tak diinginkan, seperti kebakaran.

"Takutnya karena keasikan tidur lampu pelitanya jatuh. Itukan bisa saja terjadi," terangnya.

Ditemui terpisah, salah seorang petugas PLTMH, Jayadi kepada beraunews.com membenarkan jika sudah cukup lama pembangkit listrik yang dibangun sejak tahun 2012 lalu itu tak beroperasi. Hal itu dijelaskannya, lantaran sejumlah komponen mesin PLTMH tersebut mengalami kerusakan.

"Sudah satu bulan setengah ini tidak nyala, karena beringnya mengalami kerusakan," terangnya.

Namun, bukan berarti pihaknya tidak berupaya untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Dikatakannya, sudah dua komponen mesin yang sudah tiba dan akan segera dipasang.

"Sudah hampir seminggu datangnya. Jadi tinggal menunggu bering besarnya lagi. Soalnya alat itu dalam negeri susah didapat, harus diluar negeri dan harganya juga mahal," bebernya.

Selain kerusakan mesin, disebutkannya, kendala lain yang membuat PLTMH tidak beroperasi maksimal lantaran kurangnya debit air sungai.

"Karena kemarau air sungai berkurang volumenya," ujarnya.

Sementara itu Kepala Kampung Tembudan, Noriman meminta masyarakatnya untuk bersabar terkait kerusakan mesin PLTMH itu. Ia mengatakan, pemerintah kabupaten akan terus berupaya sebaik mungkin untuk memperbaiki kerusakan PLTMH. Bahkan, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau juga telah membantu melakukan perbaikan kanal sungai agar tidak rusak atau jebol saat air banjir.

"Kita harap masyarakat bersabar dulu, dan menunggu proses perbaikan," tutupnya.(hir)