Pemadaman Bergilir Tak Halangi Pelayanan RSUD dan Bandara

TANJUNG REDEB – Keresahan masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN sejak 10 Januari lalu, rupanya tidak menjadi hambatan serius bagi pelayanan masyarakat seperti RSUD dr. Abdul Rivai dan Bandar Udara Kalimarau.

Sejak pemadaman bergilir dilakukan, dikatakan Humas RSUD dr. Abdul Rivai, Erva Anggriana, pihaknya tidak mengalami kendala saat melakukan penanganan maupun perawatan pada pasien. Hal itu karena pihaknya telah mengantisipasi sebelumnya, dengan menyediakan cadangan genset yang dapat menyala otomatis ketika listrik PLN padam. Genset tersebut akan menyala dalam hitungan 6 hingga 10 detik pasca listrik padam, sehingga kekhawatiran pihak RSUD terhadap listrik yang padam dapat teratasi.

"Sejauh ini kita masih aman terkendali, karena RSUD punya back up genset. Dengan adanya genset itu, meskipun ada pemadaman secara tiba-tiba, kami tidak masalah," ujarnya kepada beraunews.com, Rabu (18/01/2017).

Sejak pemadaman tersebut, ia juga mengatakan tidak ada aduan ataupun keluhan yang disampaikan masyarakat kepada pihaknya, khususnya terkait pelayanan.

"Pelayanan kami tetap lancar meskipun listrik mati. Terbukti dengan tidak adanya satupun keluhan yang masuk kepada kami sejak adanya pemadaman ini, sebab kami sudah antisipasi duluan," jelasnya.

Meski tanpa surat edaran pemberitahuan yang dilayangkan PLN beberapa hari sebelum pemadaman, ia mengaku pihaknya tetap siap dalam mengatasi pemadaman listrik dengan menggunakan genset otomatis tersebut.

"Kalau yang pemadaman saat ini memang kami telah antisipasi sejak dikeluarkannya surat edaran pemberitahuan pemadaman, tapi walaupun tidak ada surat itu, kami tetap selalu siap siaga jika terjadi listrik mati," tandasnya.

 

Serupa dengan RSUD dr. Abdul Rivai, pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Bandar Udara Kalimarau, juga dapat teratasi dengan sigap dan cepat oleh pihak bandara. Sebab dalam operasinya, bandara telah menyediakan genset cadangan yang dapat digunakan sebagai bantuan saat listrik padam.

"Bandara ini kan sangat riskan, salah satu pelayanan umum yang tidak boleh kalau tidak teraliri listrik, terutama di malam hari. Apalagi kalau pesawat turun, listrik harus tetap menyala. Jadi, selama ini bandara memang wajib punya genset cadangan tersebut, bukan hanya pada saat pemadaman bergilir saja. Tapi selalu siap siaga," tandas Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Bambang Hartato.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia