Ini Ide Gila Pemkab Atasi Krisis Listrik

 

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau diketahui memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berpotensi tinggi menyediakan energi listrik, seperti halnya batubara, angin, air dan matahari. Namun sayangnya, keberadaan sumber energi tersebut hingga saat ini belum terkelola dengan maksimal. Hal ini pun berdampak krisis listrik berkepanjangan. Yang lebih ironis, beberapa kampung belum tersentuh listrik sama sekali.

Menghadapi persoalan ini, Pemkab Berau terus mencari peluang dalam memaksimalkan pengolahan sumber energi yang ada, demi memenuhi kebutuhan listrik jangka panjang. Dengan daya besar dan tentunya murah, selain itu sumber potensi yang dikelola tentunya tak akan habis.

Bupati Berau Muharram, mengaku telah memiliki gagasan untuk memanfaatkan aliran Sungai Kelay yang arusnya cukup kuat, untuk dibangun sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Ia meyakini, dengan dibangunnya PLTA ini, dapat menjadi solusi krisis listrik yang dialami saat ini.

“Kita akan manfaatkan aliran sungai ini untuk menghasilkan energi listrik yang berdaya ribuan megawatt,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (17/01/2017).

Gagasan yang dipikirkan ini, dikatakan Muharram, bukan hanya menjadi isapan jempol belaka, namun pihak pemerintah telah melakukan koordinasi dengan sejumlah investor asing untuk menggarap idenya tersebut. Bahkan diakuinya, jika investor yang akan menggarap ide ini telah melihat langsung potensi dari Sungai Kelay, dan hasilnya sangat meyakinkan investor untuk segera merealisasikan PLTA ini.

Mengapa pemerintah berambisi memanfaatkan aliran Sungai Kelay untuk dibangun PLTA? Ia beralasan jika saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih belum bisa dimanfaatkan maksimal. Selain membutuhkan pendanaan yang cukup besar untuk pembangunan mesin, sumber daya yang dibutuhkan juga tidak akan bertahan dalam waktu lama.

“PLTU ini pasti akan mati jika tambang habis. Kalau PLTA ini tidak akan habis, investasi juga cuma sekali,” tegasnya.

Bukan hanya sumber daya air, sumber daya alam lain yang dapat dikembangkan adalah sinar matahari melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), ini menjadi pilihan lain untuk pemenuhan listrik jangka panjang.

“Dua energi ini yang bisa kita kelola, dan saat ini PLTS sudah mulai dibangun di kampung-kampung, meskipun masih dalam skala kecil, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di sana,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia