Daur Ulang Barang Buangan, IPB Juga Tes Produk Dalam Negeri

 

TANJUNG REDEB – Untuk meminimalisasi pengeluaran perawatan boiler di PLTU Lati, PT Indo Pusaka Berau (IPB) menggunakan beberapa barang sparepart bekas yang sudah dibuang oleh manajemen lama, dan juga menggunakan alat buatan dalam negeri.

Direktur Utama PT IPB, Najamuddin mengatakan, ada beberapa bahan bangunan yang terbuat dari besi dibuang tak jauh dari PLTU Lati. Pihaknya tidak tahu mengapa bahan-bahan itu dibuang, dan saat ditanyakan ke para pekerja saat ini, ternyata besi-besi itu masih layak digunakan.

"Ia memang ada besi bekas bongkaran bangunan turbin. Setelah dilihat dan dikoordinasikan dengan rekan-rekan ternyata masih bisa digunakan, jadi kami gunakan lagi dari pada terbuang," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (16/01/2017).

 

Selain itu, PT IPB saat ini juga sedang melakukan percobaan menggunakan sparepart boiler buatan dalam negeri. Pihaknya sedang mencoba beberapa alat untuk mengetes seberapa bagus kualitas produk Indonesia tersebut.

"Sudah kami pasang, digabung dengan yang produk Cina, saat ini masih aman saja dan kami lihat kualitasnya juga tidak jauh beda," tambahnya.

Najamuddin menjelaskan, jika memang produk dalam negeri tersebut memiliki kualitas dan ketahanan yang sama dengan produk Cina, maka jelas pihaknya akan lebih mengutamakan produk dalam negeri. Selain lebih murah, juga mempercepat waktu pengiriman.

"Kalau kami pesan dari luar negeri bisa sampai 4 bulan, tapi kalau dalam negeri ini hanya hitungan minggu, dan mentok paling lama 1 bulan," bebernya.

 

Selain itu, pihaknya juga bisa menghemat anggaran atau dana sampai ratusan juta. Bahkan, diharapkan produk dalam negeri ini bisa lebih unggul dibandingkan produk Cina.

"Kalau pun bisa lebih baik, kedepannya bisa saja orang luar beli ke Indonesia, dan semoga saja yang ada saat ini bisa kami andalkan," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia