Jalan Nyaris Putus, Pekerja Pungut Biaya Penyeberangan

 

SEGAH – Cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, mengakibatkan ruas jalan poros SP 2-SP 6 Kecamatan Segah kembali terputus. Akibatnya, akses lalu lintas di lokasi ini menjadi lumpuh.

Dewi, salah seorang pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut mengaku, untuk dapat melintas, dirinya harus menunggu beberapa saat karena antrean yang cukup panjang. Selain itu, kendaraan yang akan menyeberang juga harus diangkut empat orang pekerja jembatan yang ada di lokasi akibat banjir yang cukup dalam.

"Iya kita tidak bisa lewat mas, soalnya jalanannya betul-betul becek dan berlumpur. Ditambah lagi badan jalan terendam banjir akibat luapan air rawa karena hujan deras akhir-akhir ini, dalamnya sepaha orang dewasa," ungkap Dewi kepada beraunews.com di lokasi, Sabtu (07/01/2017).

BACA JUGA : Wahhh, Jembatan Putus, Kontraktor Jembatan Sei Agung Tak Peka

Arif, warga Tanjung Redeb yang juga melintasi jalanan ini, terpaksa harus nekat menerjang dalamnya banjir, meskipun mobil miliknya akan terperangkap dan harus didorong.

"Terpaksa saya terjang saja. Mau bagaimana lagi, saya bawa ikan basah dari Tanjung ke Segah, dan kalau ditunda, menunggu sampai airnya surut, ikan yang saya bawa bisa busuk," jelasnya.

 

Kondisi ruas jalan yang membentang di atas Sei Agung yang nyaris putus itu, rupanya dimanfaatkan sejumlah pekerja jembatan untuk meraup keuntungan, dengan meminta tarif penyeberangan sebesar Rp20 ribu. Tidak diketahui kemana pemanfaatan uang tersebut nantinya,  namun sejumlah warga keberatan dengan penarikan tersebut.

BACA JUGA : Jalan Poros Segah Kembali Terendam Banjir, Jalur Alternatif Lewat Sambarata

"Mahal sekali, untuk sekali seberang motor Rp20 ribu, bolak balik bisa Rp40 ribu. Uang itu untuk siapa, juga tidak tahu, karena termasuk pungutan liar. Padahal jembatan yang dibangun ini sebetulnya sudah bisa dilalui, tapi nampaknya sengaja dipersulit agar mereka dapat keuntungan," keluh Marni, warga setempat.

Sementara itu, saat akan dikonfirmasi terkait penarikan pungutan terhadap warga yang melintas, para pekerja enggan memberikan penjelasan apapun.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia