Bandara Maratua Siap Diresmikan

 

TANJUNG REDEB – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Bambang Hartato mengaku, saat ini keberadaan Bandara Maratua telah sepenuhnya siap untuk dioperasikan. Hal itu ditekankannya, setelah dirinya melakukan pengecekan di lapangan beberapa waktu lalu. Mulai dari kelengkapan di gedung pelayanan penumpang, hingga menara pengawas.

Bahkan diakuinya, saat ini telah ada laporan yang diterima pihak bandara jika terdapat sejumlah investor di Maratua, yang akan melakukan kerjasama dengan sejumlah maskapai penerbangan agar menambah rute penerbangan ke Pulau Maratua.

"Saya juga sudah terima laporan ada pemilik resort di Maratua yang mengajukan kerja sama dengan Wings Air. Tapi belum diketahui apakah maskapai itu sudah menetapkan rute ke Maratua. Suratnya nanti akan menyusul lagi," ungkap Bambang, saat dihubungi beraunews.com, Kamis (05/01/2017).

Saat disinggung mengenai rencana peresmian Bandara Maratua oleh Presiden Joko Widodo, Bambang belum dapat memastikannya. Namun jika tidak ada kendala, sesuai dengan rencana awal peresmian bandara oleh RI 1 itu akan dilakukan Februari mendatang.

"Saya tegaskan kalau peresmian itu hanya seremoni saja. Kalau bandara itu mau dipakai saat ini juga bisa," tegasnya.

Lebih lanjut, usulan Bandara Kalimarau terkait penerbitan izin penerbangan maskapai perintis dari Tarakan menuju Maratua, lalu Maratua ke Tanjung Redeb, begitupun sebaliknya, telah mendapat persetujuan dari pusat. Tetapi, terkait kapan rute tersebut dioperasikan, masih menunggu konfirmasi dari maskapai perintis di Tarakan.

Pengajuan penerbangan perintis oleh Bandara Kalimarau dilakukan, menyusul keberadaan Pulau Maratua sebagai pulau terluar. Dan memang sudah sepatutnya menjadi perhatian bersama. Dengan hadirnya maskapai perintis ini juga akan menjadi transportasi alternatif masyarakat saat melakukan perjalan ketika terjadi cuaca buruk di lautan.

"Soal maskapai perintis itu sebetulnya juga sudah oke tinggal jalan. Tapi karena perintisnya bukan di KPA (Kantor Pusat Administrasi) Berau, jadi kita hanya menunggu apakah rute itu tetap diterbangi atau ada perubahan. Saya sudah menyurati Bandara Tarakan, tapi belum dijawab," tandasnya. (bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia